MENGAMATI laju pertumbuÂhan kota-kota besar di tanah air tak terlepas dari perkemÂbangan properti yang ada di kawasannya. Dunia properti seakan tak henti mengubah wajah kota sesuai dengan keÂbutuhan masyarakat dan gaya hidup urban.
Hal ini pula yang disorot oleh Mina Ondang, Senior member of the Investment team dari Cushman & WakeÂfield. Sebagai seseorang yang telah berkecimpung di dunia investasi properti lebih dari 20 tahun, Mina melihat ada banyak perubahan yang terjadi dalam pasar properti, khususÂnya ibukota Jakarta.
“Menurut Saya, ada banyak sekali perubahannya. Salah saÂtunya yang sering terdengar belakangan ini transit oriÂented development. Dimana proyek mixed use developÂment menjadi masif dan di kemudian hari menjadi proyek favorit karena kita ngga lagi pusing dengan kemacetan di Jakarta.†Tutur Mina.
Sebagai kota yang sibuk dengan kegiatan bisnis dan gaya hidup yang cepat, keÂmacetan menjadi salah satu masalah yang masih belum terpecahkan. Ketimbang meÂmilih hunian di pusat kota, punya rumah yang dekat fasiliÂtas transportasi pun menjadi pilihan.
“Linkages kita kalau tingÂgal dekat proyek TOD menjadi lebih mudah.†Tambahnya.
Selain TOD, konsep peÂrumahan terpadu yang lengÂkap dengan fasilitas publik sehari-hari juga kian marak di temui. Tidak hanya di JabodeÂtabek saja, namun sejumlah pengembang nasional besar juga ada yang mengaplikasikan konsep Township (kota manÂdiri) di beberapa kota. MisalÂnya Ciputra dan Lippo Group.
“Dengan adanya townÂship, kita tidak harus memilih tinggal di Jakarta lagi. Jadi sebÂutan Jabodetabek sudah sama dengan Jakarta. Lifestyle suÂdah berubah dan orang-orang bisa tinggal di Bodetabek, bekerja di Jakarta tapi anak-anak bisa bersekolah yang bagus tanpa harus ke pusat kota. Area Bodetabek juga suÂdah lengkap dengan sekolah berkualitas.â€
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















