
Banyak dosen yang tak lulus sertifikasi tersebut, lanjut Ghufron, merugikan keuangan negara karena pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp800.000 untuk tiap dosen yang melaksanakan uji kompetensi dan sertifikasi. “Ini sangat merugikan, kami akan memikirkan bagaimana mekanismenya agar para dosen yang tak lulus bisa lulus. Tentu harus meÂlalui serangkaian tes lagi,†kata GhuÂfron.
Seorang Tim Data Sertifikasi Dosen Nasional Sugianto menÂgatakan, deskripsi diri merupakan tulisan mengenai diri sang dosen, bagaimana rencana dia di masa yang akan datang. “Tulisannya naratif,†ujar Sugianto.
Menurut Sugianto, kebiasaan meÂnyontek oleh dosen dalam mengerÂjakan deskripsi diri juga terjadi tahun lalu dengan jumlah sebanyak 27 persÂen dari jumlah dosen yang tidak lulus sertifikasi. “Kami berharap semakin banyak dosen yang memperhatikan keaslian dari deskripsi diri di masa mendatang,†ujarnya.
Sidang Kelulusan Sertifikasi PenÂdidik untuk Dosen (Serdos) Tahap I tahun 2016 di Yogyakarta telah dituÂtup akhir pekan ini. Rencananya, unÂtuk tahap kedua akan dilakukan akhir tahun.(Yuska Apitya Aji)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















