
Di minggu ke dua, partisipan dimÂinta untuk berdiri selama 10-30 meÂnit saat bekerja, dengan jumlah total 2,5 jam per hari. Minggu selanjutnya, partispan diminta untuk berjalan kaki di treadmill untuk waktu yang sama.
Di minggu ke empat, partisipan diminta untuk bersepeda, dengan waktu yang sama yakni 10-30 menit dan total 2,5 jam per hari. Setelah 4 minggu, peneliti pun membandingÂkan kadar gula darah antara minggu pertama, kedua, ketiga dan keempat.
Ditemukan bahwa penurunan kaÂdar gula dalam darah partisipan berÂbanding lurus dengan intesitas gerakan yang dilakukan. Dengan kata lain, berdiri lebih baik daripada duduk, berjalan lebih baik daripada berdiri dan bersepeda meÂmiliki jumlah penurunan kadar gula darah paling besar.
Dr Daniel Bailey dari University of Bedforshire, Inggris, menyebut hasil penelitian ini tidaklah mengejutkan. Ia mengatakan lebih banyak bergerÂak daripada duduk memang dapat menurunkan kaÂdar gula darah karena kalori yang terÂbakar lebih banyak.
“Akan lebih baik jika studi ini diÂlakukan dengan jumlah partisipan yang lebih besar, sehingga kita akan benar-benar mengetahui bahwa aktif bergerak dapat memangÂkas risiko masalah kesehatan,†tuÂturnya. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














