
Selain harus tahu tugas masing-masing bagian, mereka pun haÂrus tahu tugas dan fungsi bagian-bagian lain. Misalnya, karyawan Subbagian KeboÂcoran harus tahu tugas bagian Keuangan,†ungkapnya.
Deni mengaku, kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk mencetak pegaÂwai-pegawai berkualitas dan berkarakter.
“Karyawan merupakan asset yang tidak bisa diabaiÂkan. PDAM Kota Bogor akan semakin maju kalau karyawaÂnnya berkualitas dan punya karakter. Kalau karyawannya kurang maksimal, perusahaan itu tidak akan maksimal,†kata Deni.
Deni menjelasÂkan, tantangan yang dihadapi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor kedepan akan seÂmakin berat. Hal ini karena warga Kota Bogor akan mengÂhadapi krisis air bersih mengÂingat idle capacityyang dimilÂiki PDAM Kota Bogor sudah semakin berkurang.
“Ini kenyataan yang haÂrus kita hadapi bersama. Kami, diÂreksi dan manajemen tidak bisa bekerja sendiri untuk mengaÂtasi krisis ini. Kami perlu teÂman-teman (karyawan peserÂta Introduction Day) untuk membantu tugas kami. TanÂpa teman-teman yang telah bekerja dengan baik, mustahil direksi dan manajemen bisa menjalankan tugas sesuai proÂgram yang ada,†kata dia.
Dalam pemaparannya, Deni yang baru mengikuti Diklat Manajemen Air MiÂnum Berbasis Kompetensi yang diselenggarakan PerÂpamsi di Jakarta menjelasÂkan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats) untuk menÂgetahui peta konkret yang dihadapi PDAM Kota BoÂgor.
Deni menegaskan, PDAM Kota Bogor dalam matrik SWOT masih dalam posisi sehat. Hal ini berkat kerja keras dan komitmen tinggi para karyawan dalam memajukan perusahaan air minum milik Pemkot Bogor.
“Yang paling penting bagi karyawan dalam upaÂya memajukan perusahaan itu adalah bekerja dengan dilandasi iman dan taqwa atau imtak. Sehebat apapun orang itu, jika bekerja tidak dilandasi imtak, hasilnya tiÂdak akan maksimal,†tutup Deni. (Abdul Kadir BasalaÂmah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================













