
Kita tahu dari rumah tanggaÂlah paling banyak menghasilkan sampah maka darisanalah peÂnyebab paling besar membuat air tercemar. Sampah rumah tangga termasuk yang palÂing banyak, bila dibandingkan dengan sampah industri maka sampah dari rumah tangga berÂpotensi besar membuat air terÂcemar. Berbagai zat dalam samÂpah tadi masuk ke air akhirnya kita minum air yang tercemar. Kadar pencemarannya berganÂtung kepada jenis sampah apa yang dihasilkan. Kita juga memÂbuang limbah kotoran kita. Tiap hari makin banyak limbah itu sehingga makin banyak air yang tercemar tadi.
Disamping bahaya penceÂmaran, air juga kerap kali diguÂnakan terlalu boros. Kita memÂbuang-buang air buat mencuci kendaraan setiap hari padahal tak perlu setiap hari kita menÂcuci. Menyiram taman juga perlu diatur airnya, jangan jadi boros dalam pemakaiannya. Ada beberapa cara membuat air tetap tersedia dengan melihat masalah air tadi. Pertama, adaÂkan pendekatan agama seperti pengajian dan dijelaskan bahÂwa pemakaian air yang boros termasuk perilaku yang salah. Kita tahu sikap boros termasuk perilaku yang dekat dengan keÂmiskinan.
Hemat pangkal kaya, jadi kalau menghemat air maka negÂeri kita tetap kaya karena kita bisa menggunakan air untuk berbagai keperluan hidup. HeÂmat air juga tergolong manusia yang meyakini bisa masuk surga karena perilaku boros termasuk perilaku manusia tak beriman. Jadi muculnya bencana pada negeri kini karena banyaknya manusia yang tak sukses menÂgelola air. Tuhan marah kepada manusia dan memberikan benÂcana melalui air. Termasuk banÂjir dan air tercemar sebab terÂcemarnya air tadi karena ukah tangan manusia.
Ketiga, perbanyak unÂtuk menggemburkan tanah. Menggemburkan tanah bisa dengan cara menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang, seresah dedaunan, ranting-ranting agar biota tanah datang kemudian menggemÂburkan tanah sehingga air itu mudah masuk kedalam tanah sehingga tersimpan jadi air taÂnah bagi manusia. Ketiga, air bekas sebaiknya ditampung. Sederhananya, misalkan kita lagi memask nasi kemudian air buangan mencuci beras tadi ditampung kemudian siramkan kepada rerumputan yang ada didepan.
Kita juga bisa menampung air bekas cucian kita untuk keÂmudian dipergunakan untuk menyiram tumbuhan yang dideÂpan rumah. Daripada airnya terÂbuang maka perilaku sederhana ini buktinya kita mau mengheÂmat air. Kempat, pemerintah juga harus menekan bisnis air yang menggunakan air bawah tanah sebagai dagangan bisnis meski satu sisi kita pastinya buÂtuh air kemasan dan galon dari perusahaan tertentu. Kita juga harus realistis jika air bawah tanah tadi dijual terus menerus maka dikhawatirkan ada sikap berlebihan untuk mengambil untung hingga menggaruk sesÂuka hati air permukaan dan air bawah tanah.
Kita tahu dengan banyaknya pencemaran tadi maka kita bisa kekeringan dan jika ada airnya juga tercemar. Untuk itu pemerÂintah harus mengakali bagaimaÂna perusahaan asing air yang menduduki mata air kita agar bisa kembali kepada rakyat InÂdonesia. Disana banyak petani yang butuh air untuk mengairi sawah maka tak luput kemungÂkinan kalau air itu akan langka karena disedot terlalu banyak. Negaranya demokrasi namun airnya dikuasai oleh asing. DenÂgan cara inilah membuat negeri kini miskin air dan rakyat teramÂpas hak-haknya.
Kembalikanlah sumberdaya alam pada kepemilikan umum untuk dimiliki secara umum. Air yang terkandung didalamnya dan segala isinya dipergunakan untuk kepentingan rakyat. Kita tahu cuplikan itu termasuk cuplikan undang-undang kita namun kita membiarkan saja bisnis air itu bebas sebebasnya. Lagi-lagi pemerintah tampak tak mau rugi atau sudah terlanÂjur membuat kontrak yang terÂlalu panjang. Jika tidak diputusÂkan maka berapa lama lagi kita tak memiliki air kita. Jika dikaji melalui kepemimpinan maka pemimpin tak sukses memberiÂkan air kepada rakyatnya dan salah secara agama.
Terakhir, kita harus memÂperbanyak ruang terbuka hijau dikota besar, kita khawatir air kita akan sulit untuk didapatkan karena air kita akan tercemar namun kita tak menyimpan ar itu dalam tanah. Saat musim keÂmarau kita tidak punya air unÂtuk dikonsumsi lagi. Terakhir, minimkan penggunaan sumur bor yang terlalu banyak karena dengan banyaknya sumur bor maka kita tahu nanti air itu akan terbagi-bagi kepada siapa saja yang memiliki sumur bor. Tentu semakin banyak sumur bor seÂmakin sedekit kebagian airnya. Ingat, air akan semakin sedikit lagi jika tidak dikendalikan segera karena air kita sedang dalam masalah maka hidup
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















