Aroma Duel Klasik Perserikatan

Djadjang mengatakan, tim asu­han Suharto AD tersebut terkenal dengan gaya permainan ngotot kare­na ditunjang fisik yang prima hingga menit akhir. Ini merupakan akan menjadi ancaman buat PERSIB pada laga pekan ke-16 tersebut.

“Sudah saya sampaikan ke pe­main, karakter permainan cepat mereka yang selama ini menyulitkan kita,” kata Djadjang di Mess PERSIB, Rabu (17/08/2016).

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

Sikap waspada juga pantas di­lakukan oleh PERSIB karena lawannya itu tengah dalam performa terbai­knya. Dari lima kali laga terakhirnya, PS. TNI tiga kali menang, satu kali ka­lah dan sisanya imbang.

“Kita lihat laga sebelumnya juga, kondisi fisik mereka prima, dan tetap berbahaya pada menit akhir juga. Seperti saat lawan Arema, mereka cetak gol menit akhir,” ucapnya.

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

Dia menegaskan bahwa tidak mau dalam laga lanjutan TSC 2016 Presented by Indosat Ooredo gagal meraih poin. “Kalau stadion kita meli­hat tidak masalah, bahkan bisa diang­gap kandang, karena banyak Bobotoh datang,” katanya.

“Ini akan jadi derby mungkin, dan biasanya derby penuh gengsi,” tam­bah Djadjang. (Imam/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================