Geliat Bisnis Bantal Pokemon

Eddy Tri Hartoko, penjual produk fesyen di Salatiga pun tidak keting­galan untuk memanfaatkan demam karakter boneka berwarna kuning ini. Sejak dua bulan lalu, dia mulai menjual berbagai atribut Pokemon seperti kaus, tas, topi, dan lainnya le­wat toko online Tokopedia.com.

Rata-rata harga jual produknya Rp 75.000 per buah. Eddy mendapatkan pasokan pernik Poke­mon dari pemasok di daerahnya. Dalam dua bulan terakhir sudah lebih dari 50 produk fesyen ber­bau Pokemon yang berhasil terjual. Pembeli tidak hanya Salatiga, tapi juga sampai ke luar Pulau Jawa. “Yang paling banyak terjual adalah kaus gambar Pokemon,” kata dia.

BACA JUGA :  Resep Nasi Goreng ala Solaria: Gurih, Komplet, dan Cocok untuk Menu Sarapan

Tidak hanya produk fesyen dan atribut dekorasi, demam Pokemon pun dimanfaatkan oleh pengusaha di sektor kuliner. Tengok saja Bazin­ga Jakarta, tempat makan berkon­sep street food di Tebet, Jakarta Selatan. Selain menjual martabak manis berbagai topping, salah satu menu teranyarnya adalah martabak manis isian edisi Pokemon bergam­bar pokeball.

BACA JUGA :  Apple Umumkan iOS 27 dan macOS 27, iPhone 11 Masih Kebagian Update

Muslim, pengelola Bazinga Ja­karta mengatakan, harga martabak Pokemon dijual Rp 150.000 per loy­ang. Rata-rata Bazinga Jakarta bisa menjual empat loyang martabak edisi Pokemon per hari. Saat ini, omzet gerai Bazinga sekitar Rp 3,5 juta per hari. “Harapannya dengan adanya martabak Pokemon bisa me­ningkatkan omzet lebih tinggi lagi,” ucap Muslim.(Yuska Apitya/ktn)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================