
Eddy Tri Hartoko, penjual produk fesyen di Salatiga pun tidak ketingÂgalan untuk memanfaatkan demam karakter boneka berwarna kuning ini. Sejak dua bulan lalu, dia mulai menjual berbagai atribut Pokemon seperti kaus, tas, topi, dan lainnya leÂwat toko online Tokopedia.com.
Rata-rata harga jual produknya Rp 75.000 per buah. Eddy mendapatkan pasokan pernik PokeÂmon dari pemasok di daerahnya. Dalam dua bulan terakhir sudah lebih dari 50 produk fesyen berÂbau Pokemon yang berhasil terjual. Pembeli tidak hanya Salatiga, tapi juga sampai ke luar Pulau Jawa. “Yang paling banyak terjual adalah kaus gambar Pokemon,†kata dia.
Tidak hanya produk fesyen dan atribut dekorasi, demam Pokemon pun dimanfaatkan oleh pengusaha di sektor kuliner. Tengok saja BazinÂga Jakarta, tempat makan berkonÂsep street food di Tebet, Jakarta Selatan. Selain menjual martabak manis berbagai topping, salah satu menu teranyarnya adalah martabak manis isian edisi Pokemon bergamÂbar pokeball.
Muslim, pengelola Bazinga JaÂkarta mengatakan, harga martabak Pokemon dijual Rp 150.000 per loyÂang. Rata-rata Bazinga Jakarta bisa menjual empat loyang martabak edisi Pokemon per hari. Saat ini, omzet gerai Bazinga sekitar Rp 3,5 juta per hari. “Harapannya dengan adanya martabak Pokemon bisa meÂningkatkan omzet lebih tinggi lagi,†ucap Muslim.(Yuska Apitya/ktn)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















