
Agus mengatakan, BI akan tetap menjaga staÂbilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundaÂmentalnya. Penguatan rupiah juga terjadi akibat derasnya arus dana asing yang masÂuk ke dalam negeri. Ini terÂlihat dari surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat di triwulan II- 2016 menjadi 7,4 miliar. Surplus ini didukung oleh persepsi positif investor terhadap prospek pereÂkonomian domestik dan meredanya ketidakpastian di pasar keuangan global.
“Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh aliran masuk modal invÂestasi portofolio. Adapun posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2016 tercatÂat sebesar US$ 111,4 miliar atau setara 8,5 bulan imÂpor atau 8,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut berada di atas standar kecukupan inÂternasional sekitar 3 bulan impor,†tutur Agus. (AbÂdul Kadir Basalamah/ Net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















