
Pada Rabu (16/8), transÂaksi repo antar bank mencaÂpai Rp3 triliun. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2016.
“Rabu kemarin, transaksi repo mencapai rekor baru yakni Rp 3 triliun,†ujar KeÂpala Departemen Pendalaman Pasar Uang BI Nanang HenÂdarsyah kepada CNNIndoneÂsia.com.
Nanang mengatakan, BI melalui Departemen PengemÂbangan Pasar Keuangan meÂmastikan pemberlakuan suku bunga kebijakan baru 7DRR rate akan terus mendorong transaksi repo antar bank.
Tahun lalu, rata-rata tranÂsaksi repo per hari sekitar Rp600 miliar. Sementara, awal tahun ini transaksi repo sempat menurun bahkan nihil karena adanya pelaksanaan Global Master Repurchase Agreement (GMRA) yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
GMRA adalah standar perÂjanjian transaksi Repo dan Reverse Repo yang diterbitÂkan oleh International Capital Market Association (ICMA).
Dia menyebutkan saat ini sebanyak 64 bank telah berÂgabung dalam skema perjanÂjian GMRA Indonesia. Nanang memperkirakan beberapa kantor cabang bank asing juga akan bergabung dalam skema tersebut bekerjasama dengan Indonesia Foreign Exchange Market Association (IFEMC).
Saat ini sebanyak 64 bank telah bergabung dalam skema perjanjian GMRA Indonesia, dan diperkirakan beberapa Kantor Cabang Bank Asing akan bergabung dalam skema tersebut.
“Nanti akan masuk dua bank asing hari Jumat. Saya masih melakukan komunikasi dengan beberapa bank asÂing untuk bergabung dengan GMRA dan aktif bertransaksi,†kata Nanang.
Bank sentral juga akan terÂus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh bank, termasuk kepada Bank PemÂbangunan Daerah (BPD) di seÂluruh wilayah. Saat ini baru 26 BPD yang sudah menandatanÂgani skema GMRA Indonesia dengan bank BUKU 4.
“Edukasi tetap diberikan dalam bentuk workshop menÂgenai cara bertransaksi, pengeÂlolaan risiko, serta penatausaÂhaan agunan dan penyelesaian transaksi,†katanya. (Alfian)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















