
Adapun hasil survei yang diÂlakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli 2016 memperlihatkan keungguÂlan Ahok atas para pesaingnya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
Peneliti Bidang Negara, Kesejahteraan, dan PembanÂgunan Sosial SMRC, Sirojudin Abbas, mengatakan tujuan surÂvei adalah melihat siapa saja nama-nama tokoh yang berpenÂgaruh dan faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan publik. “Sekaligus sebagai masukan kepada publik Jakarta tentang kemungkinannya,†tutur SirojuÂdin, kemarin.
Survei ini dilakukan terhaÂdap 820 responden, yakni warÂga DKI Jakarta yang mempunÂyai hak pilih serta berumur 16 tahun atau sudah menikah saat survei. Mereka dipilih secara acak. Tingkat toleransi kesalahÂan survei 3,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden yang diwawaÂncarai langsung menjawab pertanyaan terbuka tanpa meÂnyodorkan nama: seandainya pemilihan Gubernur DKI JakarÂta dilakukan hari ini, siapa yang akan dipilih? Secara spontan, 36,6 persen responden memilih Ahok. Sedangkan Yusril Ihza Mahendra 2,8 persen, Sandiaga Uno 2,1 persen, dan Adhyaksa Dault 0,7 persen.
Hasil berbeda muncul ketika responden disodorkan nama untuk dipilih. Ahok memÂperoleh 53,4 persen, Yusril 10,4, Tri Rismaharini 5,7 persen, Sandiaga Uno 5,1 persen, Yusuf Mansur 4,6 persen, dan tidak tahu atau rahasia sebesar 9,4 persen serta calon lainnya di bawah 3 persÂen. (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















