
Ia mengatakan, menanam cabai hias tak begitu sulit. Cukup menanamnya di dalam pot dan meletakkannya di beranda rumah. Tidak membutuhkan air yang banyak maupun sumber matahari. Setelah tiga bulan ditanam cabai hias pun akan berbuah dan bisa lima kali panen dengan capaian 500 gram.
“Kalau diurutkan, cabai hias ini peringkat ketiga untuk level kepedasan. Bibitnya sudah dijual bebas, utamanya di lapak-lapak online,†paparnya.
Lebih lanjut Syukur mengatakan, program varietas sayuran, khususnya cabai telah dimulai di Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman Departemen Agronomi IPB sejak tahun 2003.
Dari penelitian tersebut telah dilepas atau didaftarkan di Kementerian Pertanian sebanyak 23 varietas cabai besar, cabai semi keriting, cabai keriting, cabai hias dan tomat. “Dan pada 2010 telah berhasil dilepas varietas cabai besar Hibrida IPB CH3 oleh Menteri Pertanian. Varietas ini merupakan varietas sayuran pertama yang dilepas oleh perguruan tinggi,†katanya.
Varietas cabai Hibrida IPB CH3, menurutnya, memiliki keunggulan produktivitas yang tinggi mencapai 1,11 kg/tan dan umur genjah.(Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















