foto-berita-2RUMPIN, TODAY – Jalan penghubung antara Desa Sukamulya – Desa Tamansari, dan Desa Sukasari Kecamatan Rumpin  Kabupaten Bogor. Minim Penerangan Jalan Umum (PJU). Padahal, jalan tersebut sangat rawan laka lantas ketika dimalam hari lantaran gelap.

Salah satu staf Desa Sukamulya, Agus Fatoni (45) mengatakan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di wilayahnya, bukanya tidak tidak diperhatikan oleh pihak pemerontah desa, bahkan pemdes sudah meminta bantuan media untuk menaikan berita terkait masyarakat membutuhkan PJU, dirinya menyayangkan sampai sekarang belum ada tindakan atau peninjauan dari Dinas ESDM Kabupaten Bogor.

“Waktu itu pernah ada laporan PJU akan dipasang dan nyala pada Juni atau Agustus, tapi sampai sekarang bulan September PJU tidak ada realisasinya,” ujar Agus kepada Bogor Today.

Baca Juga :  Bogor Never Dry Betta Battle In Eastern Bogor, FCB Gelar Kontes Cupang dari Dalam dan Luar Negeri Ikut Meramaikan

Belum lama ini aparat Desa sukamulya, lanjut Agus, pernah menyampaikan lampu PJU yang ada di  Jalan Raya Cikoleang dan Cicangkal tidak ada yang  menyala kepada dinas terkait, tapi sama juga belum ada tindakan dari Dinas ESDM. Minimnya PJU menurutnya menjadi penyebab sering terjadinya laka lantas.

“Bila PJU minim, lampu kendaraan dari arah berlawanan kerap membuat silau pengendara lain. Dan ini yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Sukamulya Suganda, menurutnya PJU sangat dibutuhkan warga, dirinya juga berharap Dinas ESDM Kabupaten Bogor agar turun kelapangan dan melihat melihat masyarakat, PJU bukan hanya dibutuhkan warga Desa Sukamulya saja, tamu – tamu yang mengarah ke daerah BSD juga sangat membutuhkan.

Baca Juga :  Sambut Satu Abad Nahdlatul Ulama, PC Fatayat NU Kota Bogor Pawai Payung Hijau dan Pelepasan Balon Putih

“ESDM harus secepatnya merealisasikan permintaan masyarakat, seharusnya Kabupaten Bogor malu dengan banyaknya pejabat yang sering melintas dengan tujuan ke Perumahan Bale Tirtawana, yang notabene perusahaan milik PT Sinar Mas BSD, pasti pemikiran pejabat Kabupaten Bogor tidak mementingkan keinginan masyarakat, Jalan Raya Cikoleang – Cicangkal satu – satunya akses jalan menuju BSD,” pungkasnya. (Diyon / KTR)