haji-indonesiaMAKKAH TODAY- Menjelang akhir musim haji, angka kematian jemaah haji Indonesia masih terus bertambah. Sampai 2 Oktober 2016, ada total 305 jemaah yang meninggal dunia. Ini data lengkapnya.

Berdasarkan informasi yang dilansir tim Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan per 2 Oktober pukul 08.00 Waktu Saudi, ada penambahan 15 jemaah wafat dari laporan dua hari sebelumnya. Para jemaah tersebut wafat di Makkah dan Madinah.

Sementara itu, sebanyak 103 jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Filipina saat ini telah kembali ke Manila. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan jamaah haji tersebut berangkat dengan tidak menggunakan paspor Indonesia. “Dapat saya sampaikan bahwa saat ini sudah terdapat 103 Warga Negara Indonesia yang saat ini berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Yaitu para jamaah haji yang pulang dari Tanah Suci melalui Manila, dan mereka ini mengunakan Passpor bukan paspor Indonesia,” Jelas Retno Marsudi di Kantor Panglima TNI Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2016).

Dijelaskan bahwa kepulangan para jamaah haji tersebut menunggu proses yang dilakukan pihak otoritas di Manila. “Proses dari 103 ini sedang kita lakukan untuk mendapatkan order of clearance begitu clearance diberikan oleh otoritas di Manila, maka 103 warga negara ini akan segera dipulangkan ke Indonesia” jelas Retno.

Baca Juga :  Sopir Angkot Perkosa Pelajar di Sergai Hingga Hamil, Dinikahi Siri lalu Ditinggal Kabur

Sementara itu 7 dari 9 orang yang yang gagal berangkat haji melalui Filipina saat ini telah kembali ke tanah air. Mereka merupakan bagian dari 177 jamaah haji yang gagal berangkat melalui Filipina beberapa waktu lalu. “Dan sebagai tambahan, 9 dari warga negara Indonesia sisa dari kasus calon haji 177 orang itu, bahwa 7 dari 9 Warga Negara Indonesia tersebut telah tiba di Jakarta pada Jumat tengah malam, jadi menjelang Sabtu dini hari. 2 orang lainnya menurut rencana akan pulang ke Indonesia pada hari Senin besok pagi,” tutup Retno di akhir acara konferensi pers.

Data terakhir dihimpun, total jemaah Indonesia sudah hampir habis di kota Makkah. Sebagian besar, ada yang sudah kembali ke Tanah Air. Sisanya, berada di kota Madinah untuk menjalankan ibadah arbain.

Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Nurul Badruttamam melaporkan, sampai 1 Oktober 2016, ada 86.827 orang jemaah reguler Indonesia yang kembali ke Indonesia. Ditambah petugas kloter 1.075 orang, maka total ada 87.902 orang yang sudah menginjakkan kaki di Tanah Air. Ada juga jemaah haji khusus sebanyak 9.479 yang sudah pulang.

Dengan demikian, angka tersebut sudah melewati lebih dari setengah dari total jemaah Indonesia di Saudi yang mencapai 155 ribu orang. Angka kepulangan ini akan terus bertambah sampai pertengahan Oktober nanti.

Baca Juga :  Nahas, Tertabrak KA Parcel Barang di Perlintasan Rel, Pasutri di Malang Tewas

Akhir September kemarin adalah hari terakhir kepulangan jemaah Indonesia dari Jeddah. Total ada 212 kloter yang dipulangkan via Jeddah dengan jumlah jemaah mencapai 85.502 orang.

Sementara pemulangan lewat bandara Madinah baru dilakukan pada Sabtu 1 Oktober 2016. Total ada 3 kloter yang sudah diberangkatkan dengan jumlah jemaah mencapai 1.325 orang.

Salah satu rombongan yang pulang lewat bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah adalah kloter 35 dari embarkasi Surabaya yang terbang pada pukul 03.54 waktu Arab Saudi (WAS) pagi kemarin.

Terdiri dari 448 orang, termasuk di dalamnnya 5 petugas kloter, pemberangkatan jemaah SUB 035 ini sekaligus menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah menuju Tanah Air. “Alhamdulillah SUB 35 terbang sesuai jadwal menggunakan maskapai Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5602 dini hari tadi,” ujar Nurul. “Selain SUB 035, sampai pukul 10.00 WAS, ada dua kloter lagi yang pulang dari Madinah sehingga total 1.325 orang, terdiri dari 1.340 jemaah dan 15 petugas,” tambahnya.

“Pemulangan jemaah haji Indonesia fase kedua dari Madinah ini akan terus berlangsung sampai 15 Oktober mendatang,” tandasnya.(Yuska Apitya)