alfian mujani 240ZAMAN dahulu, ketika kendaraan bermotor belum dibuat, kuda dan unta merupakan kendaraan terbaik para pedagang Arab untuk membawa dagangan. Dua hewan ini luar biasa sekali perannya dan menjadi piaraan yang sangat favorit.

Seorang janda yang baru setahun ditinggal mati suaminya, terpaksa berdagang sendiri demi menegakkan ekonomi keluarganya. Suatu hari dia membawa serta empat kudanya untuk berniaga. Dua pemuda cerdas mengolok-oloknya: “Wahai ibunya kuda, apa kabar?” Ibu ini dengan tenang dan senyum menjawab: “Baik sekali wahai anak-anakku.” Kaget betul pemuda cerdas itu dengan jawaban cerdas si ibu. Jangan menganggap bodoh orang lain, bisa jadi pikiran simpelnya lebih dahsyat dari yang diduga.

Ada pelajaran berharga dari kisah di atas. Jangan memandang sebelah mata orang lain. Ingatlah bahwa mata kita ada dua. Jangan biasa memperolok dan menghina orang lain, karena kita tidak pernah tahu apa yang ada dalam pikiran dan hatinya. Lebih dari itu, hina saat ini sangat mungkin mulia saat nanti.