jpg-9Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung mengeluarkan surat bernomor 1820/UN6.BAA/BW/2016 tentang beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Surat ini ramai dibicarakan karena salah satu poinnya dinilai intoleran.

Poin tersebut ialah prioritas mahasiswa berprestasi di bidang hafalan Al Quran minimal 5 juz, olahraga, seni budaya, sains, teknologi, dan komunikasi, dibuktikan dengan sertifikat dari pihak berwenang. Terakhir, ada surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit.

Kepala Humas Unpad , Sony A Nulhakim membenarkan, pihaknya mengeluarkan surat edaran untuk masyarakat tentang program beasiswa dari Pemprov Jabar. Surat itu untuk meneruskan surat dari Dinas Pendidikan (Disdik) Pemprov Jabar.

Surat dari Disdik Jabar yang diteruskan oleh Unpad itu menjadi heboh karena memuat persyaratan bagi penerima beasiswa untuk program S1, S2, atau S3. Salah satu syaratnya adalah penerima beasiswa harus hapal minimal 5 Juz Alquran.

“Surat itu bisa dilihat isinya memang dari Disdik Jabar. Saya melihatnya itu merupakan bentuk bantuan. Memang syaratnya harus ada sertifikat atau surat keterangan,” kata Sony, kemarin.

Baca Juga :  Resep Masakan Soto Ayam Santan Bumbu Kemiri

Menurut Sony, salah satu syarat tentang harus hapal minimal 5 Juz Alquran itu bukan persyaratan mutlak. Hal itu, lanjut Sony, hanya salah satu saja dari syarat-syarat lainnya, seperti memiliki prestasi di bidang olahraga, seni budaya, sains, dan teknologi.

Sony mengatakan, Unpad hanyalah penerima manfaat dari program yang digulirkan oleh Disdik Jabar, melalui penjaringan calon mahasiswa berprestasi tersebut. “Unpad memposisikan diri sebagai penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan,” ujar Sony.

Menurut Sony, dari kuota sebanyak 115 orang untuk penerima beasiswa Pemprov Jabar itu, baru 10 orang yang memiliki prestasi hapal minimal 5 Juz Alquran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Asep Hilman mengatakan, beasiswa tahun 2016 belum final. Pihaknya masih menggali data, berkoordinasi dengan perguruan tinggi, dan meminta input data. “Belum rilis kok sudah ada surat?” tanya Asep Hilman, kemarin.

Baca Juga :  Puasa Telah Dekat, Ini Doa Menyambut 1 Ramadan 1444 H

Asep menjelaskan, saat ini berbagai persyaratan masih dibahas dan belum menjadi sebuah keputusan. Beasiswa ini bukan amal sehingga dikeluarkan persyaratan bagi mahasiswa berprestasi akademik dan non-akademik.

Untuk prestasi akademik, jelas terukur, sedangkan prestasi non-akademik sangat bergantung pada potensi yang bersangkutan. Karena menyangkut potensi, itu diserahkan kepada perguruan tinggi tersebut. Sebab, mereka yang menilai dan lebih mengetahui.

“Itu yang ditafsirkan oleh Unpad. Kami belum membuat rilis resmi. Kalaupun ada surat dari Unpad, itu internal Unpad,” katanya.

Asep mengakui, pedoman persyaratan mengacu pada visi misi Jabar. Misalnya, salah satu misi Jabar adalah meningkatkan produksi pangan. Maka dari itu, beasiswa cocoknya diberikan kepada mahasiswa pertanian dengan akademik bagus.

Non-akademiknya bisa aktif dalam organisasi tentang pangan. Sementara itu, untuk visi misi meningkatkan iman dan takwa, Asep menjelaskan, konteksnya multikultur dalam konsep yang umum. “Misalnya, Maranatha tentunya berbeda dengan UIN,” tandasnya.(Yuska Apitya)