477935_08014212022015_bbtnJAKARTA, TODAY PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap membantu pemerintah daerah baik tingkat provinsi, kota ataupun kabupaten untuk mengimplementasikan konsep smart city(kota pintar). Dalam rencana, ada empat hingga lima kota yang akan menerima bantuan dari BTN untuk mengimplementasikan konsep kota pintar tersebut hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, implementasi smart city akan membuat kinerja atau key performance indicator (KPI) masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) akan terlihat secara nyata. Sehingga, lanjut dia, pimpinan daerah seperti Gubernur, Wali Kota maupun Bupati dapat memantau kinerja SKPD tersebut dalam menjalan target yang telah ditetapkan.

“Misalnya, soal target pendapatan asli daerah (PAD) dari masing-masing SKPD. Melalui konsep smart city hal itu bisa langsung terlihat. Contohnya itu, bagian pajak iklan dan reklame sudah mencapai target atau belum, pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak IMB dan lain sebagainya akan terlihat jelas. Jadi dapat terlihat mana yang memiliki raport hijau, kuning atau merah,” kata Maryono, dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu (9/10).

Baca Juga :  Resep Minuman Strawberry Mojito ala Kafe

Mengenai smart city, lebih lanjut Maryono menjelaskan, bagi BTN tujuan implementasi hal tersebut adalah data base yang terintegrasi. Di sisi pemerintah daerah dapat memonitor target pembangunan maupun rencana kerja daerah, serta realisasi dari target tersebut. Kemudian, di samping itu pengusaha segmen usaha kecil dan menengah (UKM) pun dapat memanfaatkan teknologi dari implementasi smart city untuk kemajuan usaha mereka.

“Soal pelaku UKM, BTN berencana akan mengumpulkan mereka untuk dibina menjadie-commerce yang sesuai dengan selera pasar. Adapun dari kami berharap dapat mengimplementasikan konsep smart cityantara lain di Solo, Yogyakarta, Jember, dan DKI Jakarta,” papar Maryono.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Manajer Koperasi di Bitung usai Gelapkan Uang Nasabah

Dalam hal membantu implementasi smart city, menurut dia, keuntungan yang dapat perseroan raih adalah mendapatkan dana murah dari masyarakat. Selain itu, ada juga penambahan fee based income maupun potensi untuk menyalurkan kredit, baik kredit perumahaan ataupun non-perumahaan.

“Ke depan, tabungan kami pasti naik signifikan dan mempengaruhi porsi dana murah,” ungkap dia.

Adapun, sampai semester I-2016 BTN membukukan kenaikan total kredit dan pembiayaan syariah 18,39 persen secarayear on year (yoy) menjadi Rp 149,31 triliun. Sementara itu, pada periode sama dana pihak ketiga (DPK) emiten berkode BBTN ini tumbuh 17,29 persen (yoy) menjadi Rp 134,55 triliun. (Abdul Kadir Basalamah/Net)