batu-baraJAKARTA, TODAY – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berharap mampu mencapai penjualan sebesar 85 juta ton di tahun penuh 2016, diperkirakan meningkat sebesar 7,2% dibandingkan dengan penjualan sebesar 79,3 juta ton di tahun penuh 2015.

Demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (9/10/2016).

Di tengah kestabilan serta tren harga batu bara yang terus mengalami peningkatan, ditambah dengan pengendalian atas kas dan nisbah kupas, Kinerja Perusahan diharapkan terus membaik di sisa tahun ini.

Di semester I-2016, kondisi sektor dan pasar batu bara menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Harga batu bara menjadi lebih stabil dan volume menjadi lebih tinggi dari tahun lalu kendati terdapat kendala cuaca yang kurang menunjang. Saat ini, harga batu bara tengah menunjukkan tren kenaikan yang memberikan signal positif bagi Perseroan sepanjang sisa tahun ini.

Batu bara yang ditambang meningkat sebesar 1,8% menjadi 39,8 juta ton dibandingkan 39,1 juta ton di semester I-2015. Sementara itu, penjualan batu bara meningkat sebesar 5,1% menjadi 41,9 juta ton dibandingkan 39.9 juta ton di semester I-2015. Namun demikian, Harga FOB, masih terus menurun sebesar 14,2% menjadi US$ 40,0/ton dibandingkan US$ 46,6/ton di semester I-2015.

Baca Juga :  Shopee Sempat Mengalami Eror, Ini Penyebabnya

Kondisi di tahun ini dianggap lebih baik dibandingkan tahun 2015. Tahun lalu, perlambatan di Tiongkok dan ketidakpastian ekonomi di India, diperburuk oleh realisasi harga batu bara yang merosot secara tajam yaitu sebesar 30% (antara tahun 2013 dan 2015) telah mempengaruhi volume penjualan dan pendapatan.

Batu bara yang ditambang berkurang sebesar 3,8% menjadi 81,2 juta ton dibandingkan 84,4 juta ton di tahun Penuh 2014. Penjualan batu bara menurun sebesar 6,4% menjadi 79,3 juta ton dibandingkan 84,7 juta ton di Tahun Penuh 2014. Harga FOB Batubara turun sebesar 14% menjadi US$ 45,3/ton dibandingkan US$ 52,7/ton di Tahun Penuh 2014.

Dalam situasi seperti saat ini, Perseroan memfokuskan diri pada pengurangan berbagai macam biaya, meningkatkan efisiensi internal dan melindungi keberadaannya di pasar.

Biaya Kas menurun sebesar 12,7% menjadi US$ 30,2/ton dari US$ 34,6/ton Batu bara yang Ditambang di Tahun Penuh 2014.

Secara khusus, KPC, produsen utama, mengurangi Biaya Kas sebesar 20,8% menjadi 33,2/ton Batu bara yang Ditambang dari US$ 41,9/ton Batu bara yang Ditambang di Tahun Penuh 2014.

Baca Juga :  5 Ide Dekorasi Kamar Tidur Minimalis, Bikin Betah

Perseroan terus memangkas biaya secara signifikan. Biaya Kas Produksi terus menurun sebesar 16,5% hingga hanya sebesar US$ 26,8/ton Batu bara
yang Ditambang dibandingkan US$ 32,1/ton Batu bara yang Ditambang di semester I-2015.

Secara khusus, Arutmin mengurangi Biaya Kas Produksi sebesar 21% menjadi US$ 20,2 ton Batu bara yang Ditambang dari US$ 25,6/ton Batu bara yang Ditambang di semester I-2015.

Lebih lanjut, KPC mengurangi Biaya Kas Produksi sebesar 15,3% menjadi hanya sebesar 29,7/ton batu bara yang Ditambang dibandingkan US$ 35,1/ton Batu bara yang Ditambang di semester I-2015 dan US$ 41,9/ton Batu bara yang Ditambang di Tahun Penuh 2014.

RESTRUKTURISASI UTANG

Prioritas utama Perseroan adalah mencapai kesepakatan atas rencana perdamaian dari para kreditor dalam proses PKPU di pengadilan, yang diharapkan terjadi pada bulan ini.

Kesepakatan tersebut sangatlah penting bagi Perseroan, di mana Perseroan nantinya akan mampu: