BOGOR TODAY– Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kota Bogor turut berpartisipasi dalam perkembangan kemajuan teknologi dan mendukung penuh sistem reformasi di Indonesia.Hal tersebut dibuktikan dengan cara menggelar pemilihan umum Ketua Osis melalui cara E-Voting. Sebanyak 978 pemilih yang terdiri dari siswa-siswi SMAN 6 Bogor, para guru, pengurus kolah, kepala sekolah dan Ketua KPU Kota Bogor serta Sekdis Dinas Pendidikan Bogor yang merupakan pemilih kehormatan.

Tiga nama calon Ketua Osis yang diusung oleh para murid SMAN 6 Bogor dan telah berhasil melewati seleksi tim pansel SMAN 6 Bogor yakni Fadhlurrohman, Rakha dan Winona Aurelia. Kepala Sekolah SMAN 6 Bogor, Aidawati mengatakan, pemilihan Ketua OSIS melalui sistem E-Voting ini merupakan kerjasama antara KPU Kota Bogor bersama pihak sekolah. Kita ingin memberikan suatu proses pembelajaran kepada ketua panitia, para guru dan murid yang berada dilingkungan Sekolah mengenai bagaimana cara menyelenggarakan e-voting dengan langsung, umum, bebas dan rahasia,” tuturnya.

Ia uga menambahkan, terkait input data telah disosialisasikan terlebih dahulu oleh KPU Kota Bogor kepada para warga ilingkungan sekolah. “Hari ini kan sudah memasuki era digital, jadi sudah sewajarnya para murid diperkenalkan dengan sistem e-voting yang bisa menghasilkan berbagai dampak positif kepada murid,” tuturnya.Menurutnya, para calon ketua Osis yang diusung merupakan para murid terbaik yang lolos dalam tahap seleksi di LDK. “Sebelumnya mereka menjabarkan visi misi untuk menjadi Ketua Osis dan mereka mempunyai tim untuk mendukung dirinya masing-masing. Sama seperti pemilihan umum asli,” terangnya.

Baca Juga :  Jalan Tanah Menuju Sekolah, Siswa Harus Melepas Sepatu Saat Turun Hujan

Ia juga berharap, Ketua osis yang terpilih bisa membawa nama baik sekolah baik dalam kegiatan sosial maupun kegiatan lingkungan lainnya. “Tentu disamping dukungan kita menggunakan sistem e-voting dalam Pilwalkot 2018 di Bogor. Kita juga berharap Ketua Osis yang terpilih dapat membawa nama sekolah dengan baik,” pungkasnya.Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bogor, Undang Suryatna mengatakan, KPU Kota Bogor terus berupaya untuk melakukan sosialisasi pendidikan politik demokrasi bagi generasi muda.

“Pemilihan Ketua Osis melalui KPU ini merupakansalah satu upaya memperkenalkan dan mempersiapkan masyarakat khususnya pemula untuk menggunakan e-voting dalam pemilu yang akan dihelat selanjutnya,” tuturnya. Ia juga menambahkan, undang-undang telah memberikan peluang emberian suara secara elektronik, namun hal ini perlu dibarengi dengan kesiapan secara teknologi dan sumberdaya serta kesiapan

Baca Juga :  Lomba Pramuka Tingkat III Kwartir Cabang Kabupaten Bogor Digelar

masyarakat dalam pelaksanaanya. “Bukan tidak mungkin Pilwalkot 2018 mendatang dilakukan secara e-voting. Namun semuanya tergantung politic will dari pemerintah,” ujarnya. Sekedar informasi, KPU telah melakukan sosialiasai e-voting sejak 2011 lalu, berbagai sekolah saat memilih ketua osis maupun pemilihan ketua RW sudah dilaksanakan dengan cara e-

voting. Hal ini didasari Pasal 85 UU Nomor 10 Tahun 2016 yang menyebutkan pemberian suara dapat dilakukan melalui perangkat bahan pemilihan suara elektronik dengan mempertimbangkan kesiapan Pemda dari segi infrastruktur dan kesiapan masyarakat berdasarkan prinsip efisien dan mudah. “Maka dari itu kita terus sosialisasikan ini. Namun kita mengalami kendala karena bilik suara e-voting hanya ada dua buah alat. Sehingga bagi yang ingin meminjam harus menyampaikan surat permohonan terlebih dahulu paling lambat satu bulan sebelumnya. Nanti bakal kita ajarkan mengenai penggunaan sistem e-voting ini,” pungkasnya. (Abdul Kadir Basalamah)