antidepresanDEPRESI pasca melahirkan tidak akan muncul secara tiba-tiba. Jika ibu mengalami banyak masalah saat kehamilan, risiko mengalami depresi pasca melahirkan tentu saja akan lebih besar.

Meski begitu, bukan berati depresi pasca melahirkan tak bisa dicegah. Pakar mengatakan dengan lingkungan sosial yang suportif dan pasangan yang baik, sejatinya depresi tidak akan muncul.

“Faktor risikonya kan ada tiga yang utama, yakni riwayat genetik, gangguan medis selama hamil dan tidak ada dukungan keluarga saat hamil,” tutur dr Andri, SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, sembari menegaskan jika tiga faktor ini ditangani dengan baik, maka depresi akan bica dicegah.

Nah, untuk langkah pencegahan, apa saja yang bisa dilakukan? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 di antaranya:

1. Cukup istirahat

Usai melahirkan, ibu akan menghadapi rutinitas baru seperti anak yang rewel, bangun tiap 2-3 jam, dan aktivitas lain yang membuat ibu merasa lelah. Untuk itu perlu bagi ibu untuk mendapat waktu istirahat yang cukup.

Untuk menyiasatinya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menyewa asisten rumah tangga. Jika ibu menyusui, tidak ada salahnya juga memerah ASI sehingga ART atau baby sitter bisa memberikan ASI ketika ibu tidur.

2. Me time for mom

Pemenuhan me time sangat penting agar ibu bisa memberikan perhatian penuh kepada anaknya. Jangan sampai perhatian ibu hanya terpusat untuk mengurus anak atau rumah, yang dapat menyebabkan ibu mengalami stres.

Usahakan untuk menyediakan waktu melakukan hal-hal yang disukai dan bisa membuat rileks. Untuk itu, jangan segan meminta bantuan orang lain untuk menjaga sejenak si kecil sementara ibu menikmati me time-nya.