img-20161013-wa0054SEKERTARIS Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Erwin Suriana meminta seluruh jajaran pengelola program promosi kesehatan di tingkat Puskesmas lebih kreatif dalam melakukan kegiatan di wilayah tugas masing-masing.

‘’Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat,’’ kata Erwin dalam acara Pertemuan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Program Promkes Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor di Grand Diara Hotel Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor, Kamis (13/102016).

Acara ini berlangsung sejak 12 Oktober dan berakhir 14 Oktober 2016 hari ini. Sekitar 40 para pengelola program Promkes Puskesmas di Kabupaten Bogor mengikuti acara ini. Di Kabupaten Bogor sendiri terdapat 101 Puskesmas.

Menurut Erwin, jika para pengelola program promosi kesehatan di tingkat Puskesmas memiliki kreativitas, maka apa yang dilakukan oleh Puskesmas akan mudah dipahami oleh masyarakat.

Baca Juga :  Jalan Tanah Menuju Sekolah, Siswa Harus Melepas Sepatu Saat Turun Hujan

Pada hari kedua kemarin, acara ini menghadirkan dua pembicara dari luar Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, yakni Kardenal, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bogor dan Pemimpin Redaksi SKH Bogor Today Alfian Mujani.

‘’Hari ini kita hadirkan pembicara dari luar Dinkes agar kaman-kawan memiliki wawasan yang lebih luas, terutama di bidang media,’’ ujar Asep, penanggungjawab acara ini.

Para pesertanya sendiri tampak sangat antusias dan aktif melakukan diskusi, berikteraksi, dan bertanya kepada para narasumber. Pada saat sesi materi tentang media, misalnya, banyak para pengelola program promosi kesehatan ini yang mempertanyakan cara pemanfaatan media untuk kepentingan promosi kesehatan.

Baca Juga :  Lomba Pramuka Tingkat III Kwartir Cabang Kabupaten Bogor Digelar

Yang banyak mendapat perhatian antara lain, bagaimana menggalang kerjasama dengan media yang baik untuk memberikan daya dukung terhadap progrma-program yang mereka lakukan. Namun ada juga yang memberikan perhatian pada upaya pemanfaatan media lini bawah seperti spanduk, brosur, liflet, baligo, dan kegiatan langsung yang bersentuhan dengan masyarakat.

Selain itu, para peserta juga menampilkan karya-karya yang telah mereka hasilkan di bidang promosi kesehatan sepeti pembuatan video tentang pelayanan yang mereka lakukan di puskesmas, pembuatan brosur dan liflet, juga pembuatan laporan kegiatan yang dikemas dalam bentuk digital. (Iman R Hakim)