Alfian Mujani

[email protected]

Wayne Rooyne terus dicela oleh para suporter Manchester United. Namun Manajer Liverpool, Juergen Klopp, justru emoh memandang Rooney sebelah mata dan menganggap kapten Manchester United itu sebagai salah seorang pemain yang mesti diwaspadai.

Liverpool menjamu Manchester United di Stadion Anfield, Senin (17/10) malam, dalam lanjutan Liga Primer Inggris. The Reds akan mencari cara untuk mengakhiri empat kekalahan beruntun dari rival berat mereka itu di Liga Primer Inggris — meski sempat menyingkirkan MU di Liga Europa musim lalu.

Klopp menilai Rooney, pemain yang mencetak gol tunggal kemenangan United atas Liverpool pada Januari lalu, punya potensi bahaya yang sangat kuat, meski di beberapa pekan terakhir ia kerap dicadangkan.

“Saya tahu yang semua orang pikirkan tentang Wayne Rooney dewasa ini, dan saya tak bisa memikirkan hal yang sama, bahkan sebagai manajer Liverpool FC,” kata Klopp seperti dikutip dari AFP.

“Ia 30 tahun dan punya karier yang sangat panjang dan juga lebih dari bagus di Liga Primer Inggris. Semakin lama Anda jadi bagian dari sesyatu, maka semakin banyak hal yang diketahui, dipikirkan, dan dikatakan orang-orang tentang Anda.”

Klopp memberi contoh bahwa baik Jose Mourinho, Sam Allardyce, maupun Gareth Southgate, tetap memainkan Rooney ketika sang pemain bernomor punggung 10 itu dalam penurunan performa.

“Mereka tahu tentang kualitas permainan Rooney, dan tahu nilai Rooney bagi setiap tim yang ia bela,” kata Klopp.

Klopp yang membawa Liverpool menang 2-1 atas Swansea di laga terakhir Liga Primer Inggris sebelum jeda internasional akan berharap Georginio Wijnaldum serta Adam Lallana akan sembuh tepat waktu agar bisa bermain pada Senin.

Baca Juga :  Gibran,Bocah Asal Kabupaten Bogor, Sabet Juara 1 di Ajang Taekwondo Challenge Kemenpora

Sementara penyerang MU, Jesse Lingard, berniat untuk mempertahankan momentum baiknya setelah ia menjalani laga debut bersama timnas Inggris.

“Ini memang akan sukar karena mereka (Liverpool) punya banyak talenta di kelompok mereka, tapi kami tahu kami juga memiliki talenta di tim kami,” kata Lingard.

“Kami akan memaksakan kemenangan karena akan selalu bagus untuk mengalahkan salah satu musuh Anda.”

Keanehan Jadwal

Tak ada lagi Super Sunday. Status yang biasa disematkan ketika dua tim besar Liga Primer Inggris bertemu di hari Minggu itu tak ada lagi ketika Liverpool dan Manchester United bertemu pada lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan ini.

EPL lebih memilih menempatkan pertandingan tersebut pada Senin (17/10) malam. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, laga akan dimainkan di bawah sorotan lampu stadion ketimbang di bawah sinar matahari.

Satu faktor pendukung yang membuat EPL mengambil keputusan ini adalah faktor hak siar. Jika laga yang dimainkan malam hari waktu setempat, maka semakin banyak keuntungan finansial yang didapatkan.

Kesimpulan ini didapatkan dari evaluasi penyelenggaraan beberapa bigmatch lain yang diplot pada Senin malam. Misalnya saja derby Manchester 2012 dan 2013.

Menurut Jamie Carragher yang saat ini menjadi pengamat sepak bola di Sky Sports, salah satu keuntungan laga Senin malam adalah pemegang hak siar bisa menyiapkan ‘atmosfer’ laga ini dari sore hari. Mereka akan menayangkan analisis serta rekaman gol-gol laga akhir pekan lainnya beberapa jam sebelum pertandingan, kemudian ditutup dengan laga akbar sebagai sajian utama.

Baca Juga :  Ukraina Ancam Boikot Olimpiade 2024

EPL sendiri mendapat celah untuk melakukan hal ini karena kini kontrak hak siar Liga Inggris dibuat semakin rinci. Hal ini membuat pemegang hak siar bisa semakin terlibat dalam penentuan jadwal setiap pertandingan.

Hak siar setiap laga pun bisa dijual secar eceran sehingga laga yang berpotensi mendapatkan sorotan paling banyak perlu disiapkan secara sempurna. Tentu semua agar mendapatkan keuntungan finansial paling besar.

Kerincian Liga Inggris menyiapkan pertandingan inilah yang menjadikan EPL bisa meraup hak siar tertinggi di dunia — yang nilainya meningkat drastis setiap kali lelang kontrak akan dibuka.

Mengubah tradisi laga Liverpool vs MU ke jadwal malam sendiri bukannya tanpa rintangan.

Pertandingan ini dikenal memiliki tensi tinggi yang membuat para penggemar kedua tim ‘menyiapkan diri’ dengan menenggak minuman keras. Risiko pertikaian antarsuporter akan semakin meningkat ketika laga dimainkan pada malam hari.

Akan tetapi, risiko ini pada akhirnya harus diambil pihak pengelola demi memastikan Liga Primer Inggris mendapatkan keuntungan finansial yang semakin melimpah lagi.

Jika laga sekelas Liverpool vs MU saja bisa digelar dengan sempurna pada slot televisi paling optimal, maka akan jauh lebih mudah bagi EPL untuk memindahkan pertandingan lainnya ke slot Senin malam. (dtc)