cuci-tanganBOGOR TODAY- Kebersihan adalah sebagian dari iman. Terdengar klasik namun implementasinya kadang dilupakan oleh masyarakat. Di Bogor pun sama, masih banyak warga berperilaku kurang sehat.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto membuka acara Kampanye Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) tingkat Kota Bogor di Taman Ekspresi Sempur, Senin (17/10/2016).

“Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) ini merupakan tindak lanjut dari Program Hari Cuci Tangan se-dunia yang digaungkan PBB dan WHO,” ungkap Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian yang mendampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya kemarin.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Pemkot Bogor Melakukan Maladministrasi, Kabag Hukum dan HAM Setdakot Angkat Bicara

Melalui kegiatan ini, Yane mengingatkan masyarakat agar senantiasa mencuci tangan pakai sabun karena tangan merupakan sumber kuman. Bila tidak mencuci tangan dengan sabun, maka kuman akan masuk melalui tangan ke dalam tubuh. “Hari ini se-Kota Bogor kami melaksanakan kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS),” ujar Yane.

Yane berharap, orangtua bisa mengajarkan anaknya untuk hidup bersih dan sehat. Saat ini masih banyak orang tua yang tidak mengedukasi anak-anaknya. Kalau orang tua membekali anak-anaknya sejak dari rumah maka mereka selanjutnya akan terbiasa cuci tangan setiap saat.

Baca Juga :  Kasus Campak di 24 Kelurahan Kota Bogor, Dokter RSUD: Kenaikan Kasus Akibat Anak Tak di Imunisasi

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah mengatakan, cuci tangan merupakan salah satu indikator dari PHBS. Di Kota Bogor cakupan PHBS masih rendah belum mencapai target 75%.

Bekerjasama dengan TP PKK pihaknya mengimbau dan ingin menerapkan kepada masyarakat untuk cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. “Hal ini penting dilakukan untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh tangan yang kotor,” pungkasnya. (Abdul Kadir Basalamah)