tentang-hujan-esYuska Apitya Aji

[email protected]

Tiga bulan ke depan, Kota dan Kabupaten Bogor dihantui cuaca ekstrem. Untuk mencegah agar tak terjadi korban jiwa dan harta yang ekstrem, pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor perlu mempersiapkan strategi untuk mengantisipasi datangnya hujan dengan intesitas tinggi dan durasi waktu yang cukup panjang.

Pantauan Citra Satelit Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Darmaga, Bogor menunjukkan bahwa pada tahun 2016, wilayah Bogor akan terus diguyur hujan dan tidak mengalami musim kemarau. ‘’Bahkan, hingga tiga bulan, cuaca lebih ekstrem akan terjadi,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Darmaga Dedi Sucahyono, kemarin.

Menurut Dedi, kondisi cuaca ekstream yang terjadi pada musim penghujan ini diperparah dengan tiupan angin sangat kencang dan kilatan atau sambaran petir yang cukup tinggi.

Baca Juga :  Resep Minuman Es Jeruk Campur, Enak dan Segar

“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada dengan kondisi cuaca ekstrem, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana longsor dan banjir,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan peringatan dini cuaca di Jawa Barat, Minggu, 23 Oktober 2016, pukul 11.30 WIB, hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin kencang dengan durasi yang relatif lama masih berpotensi terjadi.

“Sedangkan pada pukul 11.00, hujan dengan intensitas deras sudah mengguyur secara merata di wilayah Bogor, Cianjur, Depok, Bekasi, bahkan akan meluas ke kota-kota di Jawa Barat lain, seperti Tasikmalaya, Karawang dan Ciamis,” ujar Dedi.

Sementara itu, Bupati Bogor Hj Nurhayanti menuturkan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, saat ini sudah ada 24 kecamatan di Kabupaten Bogor masuk wilayah rawan bencana alam. “Bertambah satu kecamatan yang masuk rawan bencana alam dari sebelumnya 23 kecamatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Resep Masakan Bubur Ayam Jamur Shitake

Menurut Nurhayanti, karena sebagian besar wilayah di Kabupaten Bogor masuk zona merah bencana alam, pihaknya memerintahkan semua petugas di tingkat desa dan kecamatan membentuk tim satgas bencana. “Dengan dibentuknya satgas di masing-masing desa, penanganan akan lebih cepat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor menganggarkan Rp 30 miliar untuk penanganan tanggap darurat bencana dan setiap tahun menambah alokasi anggaran penanganan perbaikan pascabencana. “Untuk tanggap darurat bencana masih tetap 30 miliar, tapi semua lokasi atau daerah yang terkena bencana pada tahun depan dianggarkan mendapat bantuan perbaikan pascabencana.”