Lokasi tersebut kemudian nyaris sesuai dengan kalkulasi yang diprediksi ESA berdasarkan data saat pendaratan Schiaparelli. Bisa dibilang, lokasi itu sekitar 5,4 kilometer ke arah barat dari pusat target awal.

Untuk melakukan penelusuran lebih lanjut, rencananya pekan depan sebuah kamera resolusi tinggi milik pengorbit Mars akan membidik beberapa gambar dari lokasi yang sama untuk mengungkap lebih jauh keberadaan Schiaparelli.

Baca Juga :  Kalah dari Leon Edwards, Kamaru Usman Meminta Maaf Kepada Penggemar UFC

ESA dipastikan juga akan melakukan analisis data dari pesawat induknya, Trace Gas Orbiter (TGO) yang diklaim berhasil berada di orbit sejak Rabu lalu.

Schiaparelli dan TGO diluncurkan dari fasilitas penerbangan Baikonur, Kazakhstan pada 14 Maret lalu menggunakan mesin roket Proton-M.

Misi ExoMars sejatinya memiliki usia panjang lantaran ESA dan Roscosmos turut menargetkan untuk meluncurkan wahana antariksa lain pada 2020 ke Mars.

Baca Juga :  Ruko Pakaian Bekas Digerebek Polisi  

Biaya misi ExoMars termasuk bagian keduanya pada 2020 nanti diperkirakan mencapai 1,3 miliar euro atau sekitar Rp18,5 triliun. Angka itu belum ditambah dengan biaya yang dikeluarkan oleh pihak Rusia. (Alfian Mujani|net)

Halaman:
« 1 2 » Semua