london-travel-guide-ledeSurvei terbaru mengenai kota terbaik di dunia untuk periode 2016 menempatkan London di urutan teratas. Survei ini dilakukan PwC (PT PricewaterhouseCoopers), yang merupakan perusahaan layanan jasa internasional.


Seperti dilansir Daily Mail pada Selasa, 25 Oktober 2016, PwC mengeluarkan laporan mengenai 30 kota terbaik di dunia minggu lalu. Survei dilakukan pada Desember 2015 dengan melibatkan koresponden 5.200 orang dari 16 negara. Koresponden berasal dari kalangan bisnis dan masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas.

Penilaian terhadap kota-kota terbaik didasari aspek politik, ekonomi, dan isu sosial. Faktor-faktor penilaian meliputi perkembangan infrastruktur, inovasi, transportasi umum, pendidikan, dan kesehatan.

London dinilai sebagai kota yang dinamis dengan perkembangan infrastruktur yang baik serta penegakan hukum dan pelayanan kesehatan yang bagus dibanding kota lain. Laporan ini diluncurkan sebelum keputusan Brexit Inggris, yang memilih keluar dari Uni Eropa.

Paris menempati urutan kedua dengan pengaruh budayanya. Urutan ketiga ditempati New York karena dipandang sebagai pusat perekonomian. Sedangkan Jakarta, berdasarkan hasil survei, menempati urutan ke-28 dari 30 kota.
Berikut ini urutan kota terbaik di dunia versi PwC.
1. London
2. Paris
3. New York
4. Amsterdam
5. Sydney
6. Berlin
7. Tokyo
8. Toronto
9. Stockholm
10. Los Angeles
11. San Francisco
12. Dubai
13. Milan
14. Madrid
15. Chicago
16. Hong Kong
17. Singapura
18. Beijing
19. Seoul
20. Rio de Janeiro
21. Shanghai
22. Moskow
23. Johannesburg
24. Kuala Lumpur
25. Kota Meksiko
26. Sao Paulo
27. Mumbai
28. Jakarta
29. Bogota
30. Lagos

Baca Juga :  Resep Masakan Samosa Sayuran

Para traveler dari berbagai belahan dunia pun mengakui London menghadirkan pariwisata terbaik untuk turisnya. “Baru saja menghabiskan lima hari di kota indah ini dari tanggal 5-10 Juli dengan istri dan ketiga anak saya. Kami menikmati Legoland, Madame Tussauds, London Eye, London Dungeon’s dan HMS Belfast. Harga transportasi umum di London juga cukup terjangkau,” tutur salah satu traveler asal Irlandia di situs TripAdvisor.

Bukan cuma traveler ini, pelancong asal Thailand juga memuji London. Ia menyukai pasar tradisional yang tersebar di London. “Saya suka sekali pasar bunga di sebelah timur London pada Minggu pagi, sangat berwarna. Ada juga pasar Spitalfields pada hari Sabtu, di mana Anda bisa menemukan beragam pernak-pernik lucu,” katanya.

London juga menyediakan Bond Street yang berada di kawasan West London. Ini adalah daerah yang dihuni oleh deretan toko yang menjual barang bermerek, seperti Channel dan Burberry. Masuklah ke dalam tokonya, dan temukan barang incaran Anda yang mungkin sulit ditemukan di kota asal. Lebih asyik lagi, turis yang datang ke Bond Street tak hanya bisa meluapkan hasrat belanjanya saja. Anda juga bisa menikmati pemandangan kota berbalut nuansa klasik.

Baca Juga :  Kasus Campak di 24 Kelurahan Kota Bogor, Dokter RSUD: Kenaikan Kasus Akibat Anak Tak di Imunisasi

Ada hal unik yang dimiliki salah satu departement store di London, yaitu Selfridge. Pusat perbelanjaan ini memiliki silent room yang mungkin tidak ada di departement store lain.

Bukan cuma itu, Selfridge juga memiliki program yang diberi nama ‘No Noise’. Ini adalah program khusus yang menyelenggarakan meditasi massal untuk pengunjungnya. Tak main-main, program ini pun bekerja sama dengan perusahaan khusus meditasi, yakni Headspace.

Di program ini, pengunjung akan dipandu untuk melakukan meditasi bersama dalam suatu ruangan. Semuanya diajak memusatkan pikiran hanya pada satu hal. Kegiatan meditasi ini pertama kali digelar pada 10 Januari 2013 kemarin.

Uniknya lagi, Wali kota baru London, Sadiq Khan adalah merupakan putra seorang imigran Pakistan, menambahkan, meski demikian, pemilihan wali kota membuktikan bahwa ternyata sangat mungkin seorang Muslim sekaligus menjadi warga sebuah negara Barat.

“Menjadi Muslim sekaligus warga (negara) Barat sangat memungkinkan. Nilai-nilai Islam dan Barat memiliki banyak kesesuaian,” kata politisi Partai Buruh itu.

Menurut data terbaru, sebanyak 12,4 persen penduduk Inggris beragama Islam, 48,4 persen Kristen, 1,8 persen Yahudi, dan 20,7 persen ateis.(Yuska Apitya)