foto-berita-hl-1BUPATI Bogor, Nurhayanti terus melakukan peninjauan semua pekerjaan yang berada di kecamatn. Kalai ini, Kecamatan Citeureup yang menjadi lokasi peninjauan bupati.

Iman R Hakim

[email protected]

Khusus bidang pendidikan indikator yang ingin dicapai Pemerintah Kabupaten Bogor yakni, meningkatkan rata-rata lama sekolah minimal sembilan tahun. Untuk itu, aksebilitas sarana prasarana kegiatan belajar mengajar rehabilitasi kelas baru, pembangunan kelas baru maupun pembangunan gedung sekolah baru harus terus dilakukan.

“Peningkatan rata-rata lama sekolah di Kecamatan Citeureup saat ini baru mencapai 7,91 rata-rata lama sekolahnya. Dengan terus ditingkatkannya sarana prasarana sekolah dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kecamatan Citeureup,” tutur Nurhayanti.

Pelayanan kesehatan terbaik menjadi kebutuhan masyarakat khususnya warga Citeureup. Target yang akan dicapai terkait peningkatan pelayanan kesehatan yakni, terakreditasinya semua RSUD dan Puskesmas yang lengkap dengan rawat inap.

“Pelayanan di Pusksemas Citereup sudah cukup baik, bahkan gratenya sudah meningkat dari puskesmas menjadi puskesmas lengkap perlengkapan. Hanya saja, tenaga kesehatan perlu ditambah lagi. Terbukti pasien yang berobat sangat tinggi, artinya kesadaran masyarakat Citereup terhadap kesehatan sudah bagus,” tegasnya.

Baca Juga :  Melihat Dari Dekat GOM Manunggal

Perbaikan infrastruktur terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih Jalan Pahlawan dan Jalan Sukahati merupakan jalan umum akses dari Sentul ke Citeureup begitu sebaliknya.

“Untuk tahun anggaran 2017 perbaikan dan pembangunan jalan harus ditambah, agar Citeureup di hareup (Citeureup terdepan) dan masyarakat nyaman, aman dengan infrastruktur yang bagus, proyek pembangunan jalan progressnya cukup bagus,” ungkap Yanti – sapaan akrabnya.

Program bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Citeureup ini, progress pembangunannya sudah mencapai 70 persen. “Kami minta sisanya untuk diselesaikan secepatnya pada anggaran tahun 2017. Target Pemkab Bogor tahun 2018 bisa tuntas tidak lagi ada RTLH di Kabupaten Bogor termasuk Citeureup,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Citeureup, Asep Mulyana menerangkan, evaluasi dan peninjauan memang menjadi faktor penting yang harus dilakukan hal itu berdampak pada optimalisasi peningkatan program, kegiatan pembangunan Kecamatan Citereup serta pelayanan masyarakat yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

Baca Juga :  Burhan Cuek, Banyak Warga Jadi Korban kasus Pencaplokan Tanah

“Kami sangat berterimakasih hadirnya Bupati Bogor Nurhayanti untuk meninjau beberapa program dan kegiatan yang sedang berjalan maupun yang telah selesai dilaksanakan, ini tentunya memotivasi kami untuk melakukan kinerja yang lebih baik lagi. Sehingga masyarakat Citeureup betul-betul merasakan manfaat dari program dan kegiatan ini, yang utama adalah masyarakat terlayani dengan maksimal,” papar Asep.

Asep melanjutkan, saat ini pihaknya tengah bekerja keras menuntaskan RTLH di seluruh wilayah Kecamatan Citeureup. Hal itu dilakukan untuk menciptakan masyarakat sejahtera dan sehat, “Alhamdulilah tahun ini kita berhasil merenovasi sekitar 400 Rumah Tidak Layak Huni menjadi Layak Huni, sisanya akan terus kita percepat pembangunannya. Insya Allah sebelum tahun 2018 sudah rampung semuanya,” imbuhnya. (*)