JAKARTA, TODAY—Di akhir 2016 ini, investasi saham masih diminati oleh banyak orang. Berbagai kondisi baik domestik maupun global selama tahun 2016 ini tentu mempengaruhi investasi saham.

Lalu, bagaimana sebetulnya kondisi investasi saham saham selama tahun 2016 ini? Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakan, investasi saham di tahun 2016 ini dinilai kurang stabil. Pengembaliannya pun dinilai tidak setinggi di tahun-tahun sebelumnya, bahkan tahun ini cenderung turun.

“Itu karena efek luar, global. Dampak dari pemilihan umum Amerika kemarin, perlambatan ekonomi juga mempengaruhi, jadi saham tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Eko kepada detikFinance, seperti ditulis Senin (26/12/2016).

Baca Juga :  Siap-siap AS Bakal Kena Resesi di Tahun 2023 Ini

Walau demikian, kata Eko, kondisi tersebut dinilai sementara. Setelah kondisi perekonomian global membaik, maka investasi saham pun dapat menjadi lebih stabil. Terutama jika melihat dari kebijakan yang bakal diambil oleh AS nantinya.

“Tapi untuk ke depannya harusnya lebih optimistis. Karena sudah jelas, Amerika mau seperti apa pergerakannya. Apakah sudah dilantik, presidennya akan melaksanakan janjinya atau enggak. Kalau enggak, bisa jadi kita berkembang lebih bagus,” terangnya.

Dirinya pun mengatakan, sebetulnya jika pintar dan cermat dalam memilih jenis saham, maka keuntungan yang cukup tinggi bisa didapatkan oleh pemegang saham.

Baca Juga :  Bank Pembiayaan AS, Mulai Mengurangi Kredit Kendaraan

“Kalau saham bisa di atas 20%-25%. Artinya kalau kita dapat saham yang bagus, dan milihnya tepat, bisa dapat segitu. Jadi intinya lihat dari luar dulu, Amerika mau seperti apa, cina juga mau seperti apa. Kalau sudah jelas pergerakannya, pasti lebih stabil,” tuturnya.

Mengutip data Infovesta, rata-rata imbal hasil reksa dana saham berdasarkan Infovesta Equity Fund Index, selama periode 30 Desember 2015 hingga 30 November 2016 mencapai 6,42%, masih lebih rendah dibandingkan kinerja IHSG yang mencapai kenaikan 12,10%.