Petra Kvitova of the Czech Republic reacts after her victory against Venus Williams of the US during their semi-final match in the Pan Pacific Open tennis tournament in Tokyo on September 27, 2013. Kvitova defeated Williams 3-6, 6-3, 7-6(7/2).   AFP PHOTO/Toru YAMANAKA

 

PRAHA, TODAY—Insiden penyerangan yang melukai tangannya tak akan menghentikan Petra Kvitova. Petenis Republik Ceko itu akan berusaha keras agar bisa kembali mengayun raket.

Kejadian nahas tersebut dialami Kvitova pada hari Selasa (20/12/2016) lalu. Kvitova terluka saat berusaha melawan seorang pencuri yang masuk ke dalam rumahnya.

Akibatnya, seluruh jari di tangan kiri Kvitova –tangan yang digunakan Kvitova untuk bermain tenis– terluka parah. Dia lantas menjalani operasi untuk memperbaiki tendon dan sarafnya yang rusak. Juara Wimbledon dua kali itu diprediksi baru akan bisa kembali bertanding setelah enam bulan.

Baca Juga :  Sanksi Kepada Rusia dan Belarus Datang Lagi Dari Dunia Olahraga

Soal kondisinya, Kvitova mengatakan dirinya sudah bisa menggerakkan jari-jarinya, yang dia sebut sebagai ‘hadiah Natal terhebat’. Petenis berusia 26 tahun itu pun bertekad untuk melakukan segalanya agar bisa kembali bertanding.

“Saya tidak punya pilihan selain menatap ke depan, dan tidak ke belakang, untuk melihat bagaimana segalanya akan berkembang,” ujar Kvitova dalam konferensi pers pertamanya usai penyerangan seperti dikutip dari Reuters.

“Tidak terlalu penting berapa lama yang akan dibutuhkan (untuk bermain lagi), apakah tiga bulan, enam bulan, satu tahun atau berapapun. Tapi tentu saya ingin kembali suatu hari nanti dan saya akan melakukan segalanya untuk mewujudkannya.” (dtc)

Baca Juga :  Polandia Serukan Tolak Atlet Rusia dan Belarusia dalam Olimpiade 2024