IMG-20170131-WA0000CIAMPEA TODAY – Hingga kini, PD Pasar Tohaga belum mengelola Pasar Baru Ciampea, mengakibatkan pasar tersebut sepi pembeli. Karena, kalah pamor dengan pedagang kaki lima yang mangkal di pinggir jalan Jalan Raya Letnan Sukarna, Desa Banteng.
‎Keberadaan Pasar Anyar Ciampea yang sepi pembeli di keluhkan para pedagang yang setiap hari menjajakan dagangannya. Karena, maraknya para pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan raya letna sukarna dan enggan pindah membuat sejumlah pedagang kalah saing dengan PKL.
Salah satu Pedagang Pasar Anyar Ciampea, Romlah (47) mengatakan, bahwa setiap harinya pembeli yang datang  sangat sedikit dan kalah saing dengan PKL yang berada di pinggir jalan.
“Pembeli lebih memilih ke pasar lama ketimbang ke Pasar Anyar Ciampea. Karena, posisinya pun berada tepat penggir jalan, hal inilah membuat semua pedagang mengeluh,”ujar Romlah, Selasa (31/1/2017).
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Tohaga Eko Romli Wahyudin mengaku, bahwa pasar baru belum dikelola oleh kami dan masih dipegang pengembang. Bahkan, masih banyak PKL yang mangkal persis pinggir jalan. “Pasar Ciampea Baru masih dikelola oleh pengembang, dan tidak ada kontribusinya ke PD Pasar Tohaga,” kata Eko.
Dia menambahkan, pengelolaan pasar tersebut harus melalui mekanismenya, salah satunya pasar masih di kelola oleh pengembang selanjutnya baru kami kelola. Makanya sementara itu, pasar sepi akibat keberadaan pasar lama yang ada di pinggir jalan.
“Setelah pengelolaan 5 tahun oleh prbgembang baru nanti dikelolala oleh PD Pasar Tohaga. Karena, sekarang baru masuk 3 tahun oleh pengembang tinggal menunggu dua tahun lagi. Kalau pasar lama kita ga ikutan karena itu ilegal,” pungkasnya. (Muhammad A).
Baca Juga :  Ketua DPRD Rudy Akui Etnis Tionghoa Punya Peran Strategis Membangun Indonesia