Agus Justianto, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam menambahkan, kesadaran masyarakat untuk tidak lagi menggunakan kemasan dan kantong plastik akan membantu Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen sebagai kontribusi mitigasi perubahan iklim global.
“Dukungan antar sektor, pemerintah daerah dan masyarakat amat penting untuk mencapai target Kontribusi Nasional yang Diniatkan (NDC) sebesar 29 persen dengan upaya sendiri atau 41 persen dengan dukungan internasional,” katanya.

Baca Juga :  Buka Puasa di Dapur Ramadan Lorin Sentul Hotel, 70 Lebih Varian Menu Bisa All You Can Eat

Pemerintah sendiri memiliki program untuk mengurangi, memanfaatkan kembali, dan mendaur ulang untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah pada 2020.

Praktik pemanfaatan sampah tak hanya ramah lingkungan tapi juga memiliki potensi ekonomi. Pemilik Mitra Kreasi Handycraft, Farid memanfaatkan sisa produksi kertas PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (IKPP) Serang, unit industri Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas untuk menghasilkan berbagai kerajinan dan kantong belanja.

Baca Juga :  Buka Puasa di Dapur Ramadan Lorin Sentul Hotel, 70 Lebih Varian Menu Bisa All You Can Eat

“Saya mendapatkan alokasi sisa kertas produksi atau waste sebagai bahan baku utk dibuat barang kerajinan atau handycraft yg dapat kami jual dengan harga yang bagus,” katanya.

Berkat kreasinya, ia memperkerjakan 20-25 orang anak muda yang tadinya pengangguran. Pesanan kini datang tak hanya dari PT IKPP, tapi juga dari hotel dan perusahaan lain di Serang. Dia berharap dukungan yang lebih besar untuk pemasaran produknya.(Yuska Apitya/cnn)

Halaman:
« 1 2 » Semua