“Menurut saya, Pilgub Jabar masih satu tahun lebih, jadi kondisi (politiknya) masih bisa dinamis, masih ada yang bisa naik dan masih ada yang turun. Dan faktor yang sangat menentukan itu ada dua hal, yakni pertama kinerja dan kedua sosialiasi dari kinerja itu,” kata dia.

Namun, terlepas dari pilihnya untuk fokus bekerja menyelesaikan masalah prioritas di Kota Bogor, Bima Arya, menyatakan apresiasi atas hasil survei yang dirilis dua lembaga dan menyatakan dirinya masuk dalam kandidat calon gubernur. “Sebetulnya ada beberapa survei lain yang hasilnya mirip-mirip disampaikan ke saya. Bagi saya itu, satu hal yang saya maknai sebagai mungkin apresiasi terhadap kinerja yang diketahui tidak hanya oleh warga Kota Bogor tapi juga luar Kota Bogor, ” kata dia.

Baca Juga :  Ramadan, Tirta Kahuripan Jaga Pasokan Air Bersih

Lebih lanjut ia mengatakan masuknya dirinya dalam kandidat calon gubernur salah satunya dikarenakan faktor media sosial dan media massa memberikan kinerjanya sebagai kepala daerah di Kota Bogor. “Dan mungkin faktor sosial media, karena saya tidak pernah kampanye atau sosialiasi sama sekali di Jabar. Kalaupun ke luar kota, paling ke Bandung. Ketika masuk radar survei calon gubernur, itu mungkin faktor media dan media sosial,” kata dia.

Baca Juga :  Menuju Paripurna RSUD Leuwiliang Berhasil Lewati 16 Poin Penilaian

Sebelumnya berdasarkan hasil survei Indo Riset Konsultan dinyatakan Wali Kota Bogor Bima Arya masuk dalam 16 nama kandidat Calon Gubernur Jawa Barat 2018.(Yuska Apitya)

Halaman:
« 1 2 » Semua