BOGOR TODAY- Untuk mencapai target pelayanan 100% tahun 2019 nanti, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggeber beberapa proyek pembangunan, salah satunya adalah Reservoir Katulampa. Meski ditargetkan akhir 2017 rampung, belum lama ini Jaringan Distribusi Utama (JDU) sempat terhenti mengalami kendala administrasi. Saat ini setelah kendala terselesaikan pemasangan pipa kembali dilanjutkan.
Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Syaban Maulana mengatakan, kendala yang dihadapi pihaknya dalam pemasangan pipa JDU yang ternyata diatasnya terdapat lahan milik PT Jasa Marga sepanjang 2 kilometer. “Persoalan izin galian itu sudah selesai. Terdapat kesepakatan antara pihak kami dan Jasa Marga untuk membayar kompensasi sewa,” ungkap Syaban Maulana pada Rabu (22/2/2017) pagi.
Syaban melanjutkan, mengenai nilai kompensasi, pihaknya masih dalam tahap negosiasi dengan PT. Jasa Marga. Angka awal yang diajukannya senilai Rp 1,2 miliar untuk 3 tahun kedepan. Namun, pihak Jasa Marga menolak, dan terpaksa saat ini PDAM bertahan di harga Rp 2 miliar. “Masalah izin sudah keluar meskipun sementara, jadi pengerjaan sudah berlanjut meskipun kemarin sempat terhenti. Ada bukti surat dari Jasa Marga pertanggal 16 Februari 2017 lalu,” tambah Syaban sambil memperlihatkan suratnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menerangkan, Pemkot Bogor telah telah menghibahkan dana sebesar Rp10 miliar kepada PDAM Tirta Pakuan untuk pembebasan lahan reservoar Katulampa. Setelah enam tahun, pemerintah pusat memberikan bantuan terkait upaya pencapaian universal akses pelayanan 100% tahun 2019. “Hingga kini Kota Bogor telah memiliki kemampuan menyediakan layanan air bersih sebesar 82,5%. Tersisa 17,5% yang harus dipenuhi sampai 2019 mendatang,” ungkapnya.
Usmar melanjutkan, untuk mencapai target tersebut, reservoir Katulampa akan direvisi dari kapasitas 2 x 5000 liter perdetik menjadi 1 x 5 liter perdetik, plus perpanjangan pipa induk. “Dengan adanya revisi ini, proses pengelolaan kapasitas 600 liter per detik dari reservoar Katulampa bisa segera dioperasikan 2017-2018. Sehingga bisa melayani pesatnya pertumbuhan permintaan terutama di wilayah Bogor Timur dan Bogor Utara,” terangnya.
Usmar mengatakan, dirinya akan memastikan proses lelang untuk reservoar sedang berjalan. Tetapi untuk lelang WTP berada di pusat. Karena berasal dari APBN yang anggarannya mencapai Rp70 miliar. Bantuan untuk reservoar dari DAK Kemenpupera sebesar Rp45 miliar. Pembangunan reservoir Katulampa dilakukan secara simultan untuk dapat meningkatkan kapasitas debit air sebesar 600 liter per detik agar dapat melayani semua masyarakat Kota Bogor. “Jika semua program bisa terealisasi, kapasitas produksi Katulampa bisa mencapai 1.000 liter per detik,” tutupnya.(Yuska Apitya)
Baca Juga :  Ciptakan Kedaulatan Pangan Untuk Antisipasi Tantangan Global