
Beberapa jenis pisang seperti pisang candi, pisang kepok, dan pisang ambon disulapnya menjadi rupa-rupa minuman, cake, sampai es krim. Dua cafe yang saat ini mempekerjaan 20 orang karyawan ini pun tak pernah sapi pembeli.
“Dari mulai sendiri modalnya buka kafe Rp 40 juta. Sekarang satu bulan omzet penjualan sudah Rp 80 juta. Satu hari sekarang bisa habis 30 kilogram pisang untuk bahan baku,” ujar Rofif yang menyabet penghargaan juara II kategori boga Wirausaha Muda Mandiri 2016 ini.
Dalam menjual produk olahan pisangnya, dirinya jeli melihat peluang dengan menyasar kalangan anak muda di Kota Malang, khususnya mahasiswa yang memang doyan nongkrong di cafe-cafe.
“Marketing ya segmentasinya khusus ke anak muda, banyak mahasiswa di Malang. Kemudian coba pasarkan lewat blogger. Dan jaga kualitas, kita sortir pisang dengan baik. Harga makanan olahan pisang ini saya jual Rp 5.000 sampai Rp 20.000, murah buat mahasiswa,” pungkas Rofif yang jebolan Jurusan Marketing Universitas Negeri Malang ini.(Yuska Apitya/dtk)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















