
Ditambah, dengan target pemerintah untuk memproduksi otomotif buatan lokal sebanyak 2,5 juta unit sampai 2020. Ia berujar, pabrik Wanaherang sampai saat ini mampu merakit 4.500 unit Axor tiap tahunnya.
“Itu juga untuk meningkatkan komitmen kami kepada pemerintah di Indonesia. Kami memutuskan untuk merakit jajaran produk Axor di Wanaherang,” ujarnya.
Meski dirakit di Bogor, kata dia, dalam hal kualitas tidak akan berbeda dengan keluaran Jerman. Pabriknya di Bogor, sudah memenuhi standarisasi produksi kualitas Jerman, begitupun dengan Sumber Daya Manusia (SDM).
Selain itu truk Axor juga sudah dilengkapi dengan beberapa fitur premium, seperti keamanan dan daya tahan. Misalnya, pemakaian Anti-Lock Braking System (ABS), pendingin udara dan pemutar MP3 yang termasuk dalam paket penjualan. Untuk penerangan juga telah memakai lampu LED.
“Dari sisi biaya, Axor terhitung sangat irit sejak pembelian pertama hingga after sales,” kata dia.
Maxi menambahkan, menyoal harga seluruh tipe Axor akan sangat kompetitif di Indonesia, tetapi tetap dengan kualitas ciri khas Jerman.
Mercedes-Benz membanderol Axor 4028 T Rp689 juta, Axor 2528 C Rp816 juta, Axor 1623 Rp550 juta, Axor 3336 K di harga Rp1,174 miliar, dan Axor 1623 C di seharga 563 juta. Namun perlu diingat bahwa kesemua harga tersebut adalah off the-road dan mulai diantarkan ke konsumen pada Mei 2017. (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















