
Lebih lanjut, data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan, rata-rata produksi minyak mentah Amerika Serikat pada bulan Maret tercatat 534 juta barel. Angka ini lebih banyak 13,8 juta barel dibanding persediaan di bulan sebelumnya sebesar 520,2 juta barel.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, tren harga minyak dunia diperkirakan akan terus menurun. Jika kondisi tersebut bisa bertahan, maka harga Bahan Bakar Minyak (BBM) penugasan jenis Premium dan Solar juga tidak akan berubah dalam beberapa periode mendatang.
Ia mengatakan, PT Pertamina (Persero) memang mengalami kerugian akibat berjualan Premium dan Solar dalam tiga bulan pertama tahun ini akibat pemerintah menahan harga jual dua jenis BBM tersebut. Jika tren harga minyak menurun terus, ia yakin Pertamina tak perlu menanggung kerugian terlalu dalam.
Sebelumnya, berdasarkan simulasi Pertamina, perusahaan minyak pelat merah itu bisa mengalami defisit berjualan Premium sebesar Rp601 miliar dan defisit Rp3,45 triliun dalam menjual Solar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
“Memang sekarang Pertamina ada minus dalam tiga bulan pertama. Namun, jika tren harga minyak menurun terus, Pertamina tak perlu mengalami minus,” papar Wiratmaja, kemarin. (Yuska Apitya/KementerianESDM)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















