
Tetapi, kata Usmar para guru agama di era teknologi informasi global saat ini harus mengajarkan ilmu-ilmunya yang bersifat memberikan inovasi dan kreativitas serta tidak hanya sebatas membaca dan menulis seperti yang ada di dalam buku pelajaran, sehingga tidak ketinggalan zaman.
“Tapi dalam ajang mengasah kreativitas dan upaya inovasi siswa-siswi dalam mengimplementasikan nilai-nilai agama yang lain dalam perkembangannya, seluruh guru harus lebih pintar dari para siswanya, karena dewasa ini bahwa anak-anak akan jauh lebih menguasai teknologi informasi termasuk kemampuan mengakses internet yang sangat cepat,” ungkapnya.
Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam itu diantaranya melombakan qasidah, lomba marawis, lomba adzan, lomba cerdas cermat, lomba hifdzil Al-Quran, dan lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ). (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















