
Sebelumnya Ketua Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Golkar Yorrys Raweyai menyebut Setya hampir jadi tersangka dalam kasus tersebut. Karena itu internal partai terus berkonsolidasi sekaligus untuk persiapan Pilkada 2018 dan verifikasi faktual parpol untuk Pemilu 2019. Semua itu, kata Yorrys, membutuhkan tanda tangan ketua umum dan sekretaris jenderal, bukan pelaksana tugas (Plt).
Yorrys enggan menyebut kemungkinan hasil konsolidasi. Namun sejumlah anggota muda Golkar sudah mendesak digelarnya Munaslub.
Hal ini kemudian diluruskan oleh Sekjen Golkar Idrus Marham. Menurutnya, Golkar memang harus siao dalam kondisi apapun, ada atau tidak ada masalah. Terkait pernyataan Yorrys yang menyebut Setya hampir jadi tersangka, Idrus menyebut pernyataan Yorrys disalahartikan oleh media. Idrus menegaskan Golkar tak berencana menggelar munaslub. Saat ini Golkar juga solid di bawah kepemimpinan Setya Novanto. Â “Semua mendukung sepenuhnya kepemimpinan Setya Novanto hasil Munaslub 2016,” kata Idrus.(Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















