Puisi WS Rendra Menggema di Kemuning Gading

“Yang kami pertunjukan adalah bagaimana caranya musik yang kami bunyikan bisa mewakili teks yang tersurat dan makna yang tersirat. Kekuatan kami ada pada energi, karena musik adalah teater energi, ada tenaga ibalik bunyi yang kami mainkan, sesuai dengan keinginan puisi dan musik,” tutur Vokalis Katapel Ichbal Tawakal kemarin.

Musikalisasi puisi memang bukan hal baru di Indonesia, Katapel terus berevolusi  mempelajari musik dan puisi semakin luas lagi, dan mengolah musik juga puisi menjadi sebuah karya. “Kami memilih jalur ini karena sampai saat ini bagi kami puisi memiliki pengertian yang tersirat akan makna yang disampaikan, dan hal tersebut menarik untuk kami perdalam,” jelas Ichbal.

BACA JUGA :  Dede Chandra Dorong 4 SMA/SMK Negeri Baru di Kabupaten Bogor

1500 penonton yang didominasi oleh siswa dan mahasiswa meramaikan Metaspasial. Konser ini dijadikan referensi oleh para siswa, melihat bagaimana membawakan puisi dengan dimusikalisasikan tanpa menghilangkan kekuatan puisi itu sendiri, terlebih karena jarangnya acara konser musikalisasi puisi saat ini. “Katapel bukan hanya menyuguhkan alunan musik yang enak didengar tapi juga enak dilihat, juga dirasa hati dan pikiran, karena pertunjukan mereka memukau,” kata Yunia salah satu penonton konser itu.(Eka Ardhinie/Yuska)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================