Indonesia Kekurangan Guru SD

Studi ini menemukan bahwa kebutuhan guru kelas baru di SD akan meningkat seiring berjalannya waktu, seperti guru yang pensiun, semakin sedikit guru baru yang masuk ke dalam sistem, dan jumlah siswa di sekolah yang meningkat. Namun, ke depan dengan perubahan populasi penduduk, jumlah siswa di SD akan stabil dalam waktu sekitar lima tahun. Jika sistem berlanjut seperti saat ini, tanpa usaha untuk meningkatkan efisiensi dalam penyebaran guru, maka kita dapat mengharapkan adanya penurunan jumlah suplai guru kelas baru selama tahun-tahun mendatang. Kebutuhan guru baru akan terus meningkat sejalan dengan jumlah guru yang pensiun dan bertambahnya penduduk usia sekolah. Jika mengikuti skenario yang disampaikan tim studi, maka proyeksi kebutuhan guru di tahun 2045 akan berbeda-beda.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Kebutuhan guru baru bersarkan skenario 1 diproyeksikan sebesar 560.003 guru, skenario 2 sebesar 516.794 guru, skenario 3 438.058, dan skenario 4 sebanyak 394.914. Sedangkan dari segi suplai lulusan PGSD terjadi ketimpangan berdasarkan wilayah. Anggota tim studi, Aos Santosa menyebut LPTK yang ada di Jawa memberikan suplai lulusan PGSD paling besar. “Membandingkan suplai dan kebutuhan guru kelas SD dengan asumsi tidak melakukan skenario efisiensi, di wilayah Jawa baru mengalami kekurangan suplai pada tahun 2023, wilayah Sulawesi pada tahun 2019, wilayah Sumatra pada tahun 2017. Wilayah yang mengalami kekurangan suplai sejak tahun 2017 adalah wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua,” kata Aos.(Yuska Apitya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================