
Kondisi pertanaman dan panen di 3 kecamatan ini menurut Eko, bisa mengamankan pasokan di wilayah Jawa Timur bahkan diharapkan bisa menyuplai wilayah Jabodetabek. “Dengan kondisi panen saat ini diharapkan terjamin stabilisasi pasokan dan harga di wilayah Jawa timur bahkan di wilayah Jabodetabek,” jelasnya.
Terpisah pengakuan satu diantara petani cabai Blitar ,Sarwi Riyanto, mengatakan bahwa panen kali cukup memuaskan petani , karena mereka tidak merugi. “Sekarang harga di tingkat petani di kisaran Rp. 30.000-35.000. Ya kami cukup senang soalnya sudah bisa nutup biaya tanamnya,” ungkapnya.
Pengakuan Sarwi, jika biaya tanam di kisaran Rp. 12.000- 15.000 dengan kondisi saat ini , petani masih bisa menikmati keuntungan dan bisa menjadi modal untuk pertanaman selanjutnya.
Pantauan detikcom, selama ini petani di 3 kecamatan itu melakukan sistem pola tanam tumpang sari jagung – Cabai rawit merah. Pada saat Jagung berumur 1 bulan, petani menanam Cabai rawit merah . Sehingga pada saat panen Jagung yaitu pada umur 2 Bulan, pertumbuhan Cabai rawit merah telah memasuki pertumbuhan generatif dan mulai berbunga.
“Kami pakai sistem pola tanam tumpang sari ini sangat menguntungkan petani dan efisien dalam penggunaan unsur hara,” jelas Sarwi sambil menunjukkan lahan tegal garapannya. (Yuska/dtk)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















