TANGERANG TODAY- Tarif tiket Kereta Api (KA) rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang diperkirakan berada diatas Rp 100 ribu per penumpang dinilai terlampau mahal. Mahalnya harga tiket tersebut pun dikawatirkan akan membuat penumpang enggan menggunakan alternatif transportasi tersebut.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, idealnya harga tiket KA Bandara rute Soekarno-Hatta dapat berada di bawah Rp100 ribu. Dia menyayangkan hasil hitung-hitugan pihak Railink yang memasukan unsur biaya pembangunan pra sarana infrastruktur sebagai komponen beban operasional. “Karena dia (Railink) yang bangun prasarana makanya jatuhnya jadi mahal. Padahal seharusnya pra sarana infrastruktur itu tanggung jawab pemerintah,” ujar Djoko, Selasa (11/4).

Baca Juga :  Penyelundupan 19,6 Kilogram Sabu Asal Aceh Digagalkan Polisi

Dengan tarif sebesar itu, Djoko pun pesimis banyak penumpang yang akan memilih KA Bandara sebagai alternatif menuju bandara tersibuk di Indonesia itu. Pasalnya, selain KA Bandara, terdapat beberapa alternatif transportasi umum untuk menuju bandara Soeta seperti Damri hingga taksi online yang memiliki tarif lebih murah.  “Kalau tarif segitu penumpang bakal mikir-mikir. Kalau saya naik taksi dari daerah Jakarta Pusat, saya bisa lewat Tol Pluit, dihitung-hitung bisa sekitar Rp130 ribu termasuk tiket tol. Itu pun sudah bisa bawa anggota keluarga,” terangnya.