
Guna tetap menjaga kinerja ekspor, Hari mengaku pihaknya akan terus mencari pasar baru, seperti Korea Selatan dan Jepang sebagai pengganti pasar India.  “Namun pertumbuhannya tentu tidak secepat kuartal pertama tahun lalu,” jelasnya,
Penjualan emas sendiri menjadi penyumbang terbesar penjualan emiten berkode saham ANTM dengan porsi mencapai 70 persen. Adapun pada kuartal pertama tahun ini, Antam membukukan total penjualan yang belum diaudit (unaudited) sebesar Rp1,65 triliun.
Antam pada kuartal pertama tahun ini juga membukukan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 594 kilo gram, naik sebesar 24 persen dibandingkan dengan produksi emas pada periode yang sama 2016. (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















