
CIBINONG TODAY – Diusianya yang hampir menginjak 3 tahun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bernama PT Sayaga Wisata belum menunjukan tanda – tanda kemajuan bisnisnya dan hingga kini belum berkembang. Hal ini menimbulkan banyak penilaian beragam, mulai dari masyarakat, kalangan legislatif hingga para pengamat.
Salah satu Pengamat Sosial dan Hukum, Dwi Arsywendo memberi penilaian bahwa PT Sayaga Wisata tidak bisa dilepaskan begitu saja oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), karena perusahaan plat merah itu masih perlu dibantu full oleh pemerintah, melalui pemberian penyertaan modal dari owner dalam hal ini yakni Pemkab Bogor.
“Jangan bilang dulu bahwa PT Sayaga Wisata tidak mampu berkembang, karena masalahnya jelas, berapa anggaran yang sudah diberikan oleh Pemkab untuk Sayaga itu sangat minim,†kata Dwi.
Menurutnya, jika dana yang diglontorkan Pemkab begitu minim, mana bisa PT Sayaga Wisata mampu berkembang, mengingat untuk promosi saja, membutuhkan dana besar, terlebih untuk membangun infrastruktur.
“Contoh dalam pembangunan Hotel Sayaga yang rencananya akan dibangun tahun ini (2017, red) dengan biaya kurang lebih Rp 35 miliar, dengan kelas bintang 3 tentunya itu sangat berat bagi PT sayaga untuk menjalankannya,†paparnya.
Diakuinya, untuk memajukan BUMD baru itu, dukungan sisi kebijakan dan modal sangatlah penting dan itu menjadi modal utama untuk bisa action mengembangkan sisi bisninya.
Ia juga meyakini, jika pemerintah support full Sayaga Wisata, maka perusahaan plat merah itu akan maju dan mampu sejajar dengan BUMD yang lain. Karena, potensi wisata bogor sangat melimpah. “Jadi esensinya, Pemkab jangan setengah hati untuk BUMD,†pungkasnya. (Iman R Hakim)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















