
“Kuartal pertama 2017, saya lupa angkanya (BoP), tetapi menujukkan angka positif walaupun tidak setinggi tahun 2016,” ujarnya.
Agus menjelaskan, secara siklus, kondisi neraca pembayaran pada kuartal kedua biasanya akan menghadapi tekanan. Namun, dia memperkirakan neraca pembayaran pada kuartal kedua masih akan mencatatkan surplus. Disisi lain, menurut dia, Indonesia perlu mewaspadai kondisi eksternal yang dipicu oleh arah kebijakan moneter dan fiskal Amerika Serikat (AS). Salah satunya, yakni rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS. Pasalnya, keputusan AS akan mempengaruhi stabilitas keuangan dunia, termasuk Indonesia. Di sisi lain, Agus menyambut baik meredanya tensi geopolitik di Uni Eropa yang dibuktikan oleh pemilihan umum (pemilu) untuk memilih Presiden Perancis yang berjalan lancar. “Kami melihat bahwa pemilu di Perancis yang berjalan dengan baik itu akan berdampak positif,” ujarnya. (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















