Ribuan IP Indonesia Jadi Korban WannaCry

JAKARTA TODAY- Serangan ransomware WannaCry yang terjadi di Indonesia memakan ribuan alamat Internet Protocol (IP). Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut dari data itu, serangan WannaCry tak hanya menimpa komputer yang ada di ibu kota, namun juga di sejumlah daerah.

Dari keterangan Rudiantara, ribuan komputer yang disandera oleh WannaCry berasal dari sektor perkebunan, manufaktur, dan perbankan yang berada di daerah. Selain itu ia juga menerima laporan bahwa Samsat di Sulawesi turut menjadi korban keganasan WannaCry. Kendati demikian, ia tidak bisa mengatakan jumlah detil dari seribu IP yang ia sebut sebelumnya. Pria yang kerap disapa Chief RA itu memastikan jumlah komputer yang terinfeksi di daerah tidak begitu banyak. “Itu ngga banyak karena level server PC di sana kecil,” kata Rudiantara di Jakarta, Selasa (16/5).

BACA JUGA :  Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pesilat Ramaikan Hari Pertama

Selain itu, Rudi memastikan wabah WannaCry tidak menjangkiti lembaga pemerintahan. Selain Kemkominfo yang ia pimpin, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan,dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah beberapa beberapa lembaga yang mendapat peringatan awal darinya.

Terakhir, Rudiantara turut memastikan bahwa di antara korban WannaCry di Indonesia, tak ada nama RS Harapan Kita. Sebelumnya nama RS Harapan Kita sempat disebut sebagai korban WannaCry bersama RS Dharmais. “Saya sudah bicara malam Minggu (13/5) dengan Dirut Harapan Kita lewat telepon langsung dan cek lebih detil bahwa itu (serangan malware WannaCry) tidak ada,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor Dimulai

Dalam laporan yang ia terima, disebutkan alamat IP yang terpapar oleh WannaCry tidak begitu banyak dibanding negara lain. Tercatat Eropa, terutama Rusia menjadi korban paling parah dari serangan ransomware ini. (Yuska Apitya)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================