Konsumsi Elpiji Naik Tipis Selama Lebaran

KEDIRI, 17/3 - ELPIJI LANGKA. Seorang pekerja tengah menata tabung elpiji berukuran 12 kg di depo pengisian Gampeng Rejo, Kediri, Jawa Timur, Senin (17/3). Kelangkaan elpiji terjadi sejak seminggu terakhir di Kediri dan Madiun yang menyebabkan melonjaknya harga elpiji berukuran 12 kg di pasaran dari harga normal Rp 54.000 naik menjadi Rp 68.000 - Rp 70.000. FOTO ANTARA/Arief Priyono/nz/08.

JAKARTA TODAY- Selama menghadapi momen Lebaran, PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi Elpiji meningkat sebanyak 2% dari hari biasanya.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan, jika semula konsumsi Elpiji hanya sekitar 19.300 MT di hari biasanya, pada momen Lebaran konsumsinya naik rata-rata menjadi 19.661 MT.

“Produk LPG naik 2 % (19.661 vs 19.300 MT). Namun pada penyaluran tanggal 1 Juli, 22.259 MT,” ungkap Iskandar, Minggu (2/7/2017).

BACA JUGA :  Resep Tomyam Seafood Segar dan Gurih, Cocok untuk Menu Makan Siang

Sementara itu, konsumsi Elpiji tertinggi terjadi pada H-2 atau tanggal 23 Juni yang mencapai 25.037 MT. Jumlah tersebut naik sekitar 30% dari konsumsi normal.

Kenaikan konsumsi Elpiji terjadi pada produk Elpiji melon 3 kg, sekitar 5%. Sedangkan Elpiji kemasan 12 kg, Bright Gas, Elpiji 50 kg dan Elpiji Bulk justru mengalami penurunan selama momen Lebaran. Elpiji kemasan besar diduga mengalami penurunan konsumsi lantaran tidak beroperasinya sejumlah industri selama libur Lebaran.

BACA JUGA :  Resep Pizza Teflon Rumahan, Praktis Tanpa Oven dengan Topping Sosis dan Jamur

Berikut daftar konsumsi Elpiji selama Lebaran:
– LPG 3 Kg naik 5 %
– LPG 12 KG turun 8 %
– Bright Gas turun 3 %
– LPG 50 Kg turun 8 %
– LPG Bulk turun 17 %.(Yuska Apitya)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================