
Sementara itu, Menkopolhukam Jenderal TNI (purn) Wiranto dalam kenferensi pers bersama dengan Jaksa Agung Australia, Goerge Berdis usai memimpin pertemuan tersebut mengatakan bahwa beberapa point penting yang dibahas dslam pertemuan tersebut adalah kontra narasi atas penyebaran paham paham radikalisme dan terorisme di dunia maya.
“Selain itu disepakati juga mengenai penguatan kerjasama dalam upaya menangkal masuknya teroris teroris ke wilayah kawasan khususnya setelah jatuhnya ISIS di Iraq dan Suriah serta pasca operasi militer filipina di Marawi,†ujar Menkopolhukam.
Selain itu juga memperkuat kerjasama dalam masalah sharing informasi mengenai pergerakan sel sel teroris di kawasan Asia Tenggara. “Karena pergerakan sel sel teroris lintas batas cukup intensif dan ini harus dibendung untuk menghindari masuknya para sel tersebut ke kawasan ini,†kata mantan Panglima ABRI ini.
Seementara itu Jaksa Agung Australia, George Berdis menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi langkah Indonesia yang secara terus menerus mewaspadai pergerakan teroris masuk ke kawasan ini.
“Pertemuan seperti ini akan terus dilakukan untuk memperkuat koordinasi dalam penanggulangan terorisme. Australia akan konsisten membantu negara negara kawasan Asia Tenggara khususnya yang terkait dengan pengembangan kapasitas di berbagai sektor termasuk manajemen lapas (lembaga pemasyarakatan),†ujar George Brandis.
Dalam kesempatan tersebut Deputi III bidang Kerjasama Internasional BNPT, Irjen Pol. Drs. Hamidin di sela-sela acara tersebut mengatakan bahwa situasi keamanan di Marawi pasca operasi militer bukan saja menimbulkan ketegangan di kawasan tersebut, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi negara negara kawasan di Asia Tenggara.
“Konflik internal di Filipina Selatan yang dimulai dengan lahirnya MILF kemudian menyusul MNLF dan kini muncul kelompok separatis Islamist dengan nama Moute di samping itu kelompok New Poeple Army (NPA)yang baru baru ini menembak konvoi Presiden Filipina (Duterte) semakin memperunyam masalah di kawasan itu,†kata Irjen Pol Hamidin .
Untuk itu kata mantan Direktur Pencegahan BNPT ini, Indonesia, Malaysia dan Brunei harus memgambil langkah antisipasi menghadapi kemungkinan eskalasi sel sel teroris tersebut khususnya setelah ISIS melemah di Iraq dan Suriah. “Asia Tenggara menjadi target proyek kekhilafaan setelah Iraq dan Suriah jatuh ditangan sekutu,†kata mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat ini mengakhiri.
Selain dihadiri Menkopolhukan dan Menlu RI, acara tersebut juga dihadiri Kapolri Jenderal Pol. Drs. Tito Karnavian, Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan Ashaf, Menkominfo Rudiantara, Menkumham Yasonna Laoly, Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin dan sejumlah pejabat terkait serta para pejabat keamanan yang merupakan delegasi dari negara-negara peserta. (Iman R Hakim /*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















