
Terpisah, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kampung Tengah, Atori Sugiyanto berharap, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor segera memperhatikan SDN Kampung Tengah, mengingat akses jalan menuju ke sekolah terputus.
“Saya meminta respon cepat dari pihak desa, untuk bahan laporan ke Disdik. Jika tidak dibangun TPT, kami mengharapkan sekolah direlokasi, mengingat mengingat longsornya makin mendekati dinding kelas,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Puraseda, Sukriya mengatakan, pihak desa telah mengajukan proposal ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD) Kabupaten Bogor untuk segera dilakukan penanganan terkait longsor yang menghancurkan akses jembatan penghubung dua desa.
“Kemarin sudah ditinjau oleh BPBD karena proposal yang kami ajukan diterima. Makanya langsung terjun dan disurvei untuk nantinya menurunkan bantuan agar tidak salah hitung, termasuk pembangunan jembatan,” kata Sukriya.
Masyarakat yang terkena bencana alam di Kampung Tengah berjumlah kurang lebih 40 kepala keluarga (KK). Namun, 40 KK yang menjadi korban longsor tidak ingin direlokasi dan masih ingin menetap di rumah masing – masing.
Belum ada kepastian bantuan dari DPBD, mengingat kunjungan yang beberapa waktu lalu dilakukan hanya bersifat survei saja. “Kalau kunjungan kemarin sifatnya baru survei dari BPBD. Makanya belum ada kepastian kapan mau dibangun dan turunnya bantuan,†beber Sukriya. (Iman R Haki / Seno CR)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















