
Kepala Bappeda Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah menerangkan secara geografis luas Kabupaten Bogor ini menempati posisi ketiga terluas di Provinsi Jawa Barat dan secara demografis jumlah penduduknya pun mencapai 5,6 juta jiwa hingga sudah sewajarnya untuk dimekarkan.
“Dengan dimekarkannya Bogor Timur, maka selain akan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat tujuan lainnya adalah demi pemerataan pembangunan,” terang Syarifah.
Untuk penentuan titik ibu kota Bogor Timur, wanita yang juga pengusaha restoran ini menjelaskan ada beberapa Kecamatan yang dijagokan yaitu Gunung Putri, Cileungsi dan Jonggol.
“Tiga wilayah diatas calon kuat ibu kota Bogor Timur dengan kelebihan masing-masing, tapi itu semua tergantung dari hasil kajian akademis dan penilaian lainnya,” jelasnya.
Kasubdit Penataan Wilayah I Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Salamet Endarto menerangkan jika mengacu kepada SK Gubernur Jawa Barat tahun 1990, maka Kabupaten Bogor masih ada kesempatan lagi untuk memekarkan wilayahnya.
“Saat ini dari Selatan, Barat, Timur dan Depok yang bisa dimekarkan, baru Kota Depok yang sudah terlaksana. Kalau saya melihat Bogor Timur maka ini sangat layak untuk menjadi DOB,” terang Slamet Endarto.
Ia melanjutkan, hingga hari ini sudah ada 247 daerah yang mengirimkan surat pengajuan untuk pemekaran dari berbagai daerah, namun terbentur dengan Peraturan Pemerintah yang masih diproses, dan ditandatangani oleh presiden.
“Mudah-mudahan Peraturan Pemerintah ini segera diterbitkan pada tahun 2018 atau 2019 oleh Presiden Joko Widodo hingga Bogor Timur bisa segera dimekarkan,” pungkasnya. (Iman R Hakim)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















