
Luhut mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal meraup sedikitnya Rp 77,8 triliun atau 15 persen dari proyek reklamasi. Keuntungan tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan tanggul laut raksasa.
Menurutnya, pengalokasian tersebut sudah tepat karena walau bagaimana pun tanggul laut raksasa mesti dibangun demi masyarakat Jakarta itu sendiri. “Sudah tidak bisa ditunda lagi. Kalau ditunda, penurunan daratan Jakarta akan terus berlanjut,†ujar Luhut.
Deputi Kemenko Maritim Bidang Infrastruktur Ridwan Djamaluddin menambahkan, tanggul laut raksasa merupakan proyek yang tidak bisa dipisahkan dengan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Menurut Ridwan, keuntungan dari proyek reklamasi harus dialokasikan untuk pembuatan tanggul laut raksasa.
“Kalau ditanggung APBN saja memberatkan negara, dan tidak adil bagi masyarakat Indonesia di luar Jawa,†kata Ridwan.
Mengenai nasib nelayan, Ridwan mengaku juga sudah menyiapkan rencana agar para nelayan tidak terganggu aktivitasnya. Dia mengatakan bakal ada pembuatan alur khusus nelayan untuk keluar masuk. Di samping itu, Pasar Muara Baru juga akan dijadikan pasar ikan modern. “Dijamin tidak akan ada kezaliman untuk komunitas nelayan,†kata Ridwan.(Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















